Hitekno.com - Seorang pria akan rela melakukan apapun demi pujaan hatinya. Seperti pria satu ini, yang rela kerja keras banting tulang sebagai pengantar makanan demi nikahi sang kekasih.
Seorang lelaki di Negeri Jiran, Malaysia bernama Amirul Syafieq, baru-baru ini mendapat pujian setinggi langit dari netizen di sana.
Pasalnya, ia bekerja ekstra keras menjadi pengantar makanan di dua vendor sekaligus yaitu restoran cepat saji McDonalds dan Grab.
Menurut Pengakuannya, ia bekerja delapan jam sehari sebagai pengantar makanan bagi McDonalds, selepas itu, enam jam ia habiskan untuk mengantar makanan via GrabFood.
Kerja kerasnya bukan tanpa tujuan, ia memiliki niat mulia mengumpulkan modal sebagai persiapan untuk nikahi sang kekasih yang bernama Fatin Farzana.
Kisahnya viral sejak unggahannya di media sosial Twitter mendapat respons dari banyak netizen lain dan membagikannya.
Banyak netizen yang memuji kesungguhan dan tekadnya dalam usahanya menghalalkan kekasihnya. Doa dari netizen pun mengalir merespons unggahan dari Syafieq.
"Semoga dilimpahi rezeki yang banyak," tulis @iqmnalhakim mendoakan.
"All the best for you~ InsyaAllah semoga dipermudahkan segala urusan dan dimurahkan rezeki. fighting," tambah @qolaahhh.
Tak hanya dari netizen, beberapa media di Malaysia juga mengangkat kisah kerja keras Syafieq. Dari Harian Metro Malaysia hingga Siakap Keli menuliskan kisahnya yang luar biasa.
Baca Juga:
Begini Kehebohan Pernikahan Fans JKT48, Ramai-ramai Jingkrak di Resepsi
Itulah aksi pria Malaysia yang kerja keras menjadi pengantar makanan demi nikahi sang kekasih. (Suara.com/ Angga Roni Priambodo).
Berita Terkait
Berita Terkini
-
6 Trik Packing Cerdas untuk Mudik Naik Pesawat agar Barang Tidak Over Bagasi
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data