hitekno.com - Tahun 2018 lalu, kabar mengenai Facebook yang jual data pengguna cukup membuat heboh siapa saja terutama pengguna aplikasi media sosial ini. Tidak jauh berbeda, belum lama ini, Twitter juga mengakui telah menjual data pengguna tanpa izin.
Media sosial yang booming dengan model berbagi cuitan ini menyampaikan permohonan maaf pada pengguna karena telah membagikan data pengguna ke pengiklan tanpa izin pemilik akun.
Dilansir dari DW, Twitter menyampaikan permintaan maafnya dan mengaku telah gagal sehingga kejadian ini dialami oleh penggunanya.
Lebih lanjut, media sosial buatan Jack Dorsey ini mengaku telah menemukan masalah pada pengaturan pengguna yang kemungkinan berfungsi tidak sebagaimana mestinya.
Akhirnya, data-data pengguna seperti nomor telepon seluler hingga kode negara sudah dibagikan ke mitra pengiklan sejak Mei 2018 lalu.
Kejadian ini terjadi sendiri tanpa perlu izin dari pengguna.
Melalui website resminya, Twitter mengaku bahwa untuk penanganan kasus data pengguna yang dijual tanpa izin ini sudah ditangani oleh pihak perusahaannya pada 5 Agustus 2019 lalu.
Entah penjualan data pengguna tanpa izin ini diketahui dengan pasti oleh pihak Twitter atau tidak. Namun, perusahaan media sosial ini mengaku akan melakukan penyelidikan terkait hal ini.
Penjualan data pengguna ke pengiklan dalam dunia bisnis memang adalah hal yang wajar. Namun, malah mendapat banyak kritik karena banyak pihak yang merasa bahwa aturan tersebut melanggar privasi pengguna.
Makin parah, tokoh fenomenal Edward Snowden belum lama ini mengancam untuk membongkar cara Facebook, Instagram, dan YouTube untuk memata-matai penggunanya.
Tidak hanya itu, Edward Snowden juga berencana untuk memberitahukan hal-hal yang dapat dilakukan para pengguna untuk membatasi informasi pribadinya tidak bocor saat menggunakan deretan media sosial tersebut.
Hingga artikel ini dibuat, terkait Twitter yang mengaku telah menjual data pengguna tanpa izin ini masih dilakukan penyelidikan secara mendalam.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih