hitekno.com - Selasa pagi ini (24/9/2019), hashtag #TurunkanJokowi menempati urutan kedua dalam kolom Trending Twitter Indonesia. Karena menimbulkan banyak tanya, @ismailfahmi dari Drone Emprit mencoba untuk mengungkap fakta di balik hashtag tersebut. Apakah benar cuitan tersebut dibuat oleh mahasiswa atau bukan?
Cuitan ini dibuat @ismailfahmi di Twitter dalam sebuah thread pada Selasa (24/9/2019) lalu dan menjadi viral di Twitter seiring dengan meningkatnya hashtag #TurunkanJokowi tersebut.
Sedikit penjelasan mengenai Drone Emprit, situs ini merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitor serta menganalisa media sosial dan platform online berbasis teknologi big data. Drone Emprit dilengkapi dengan keahlian Artificial Intelligence yang mampu menyajikan data peta Social Network Analysis mengenai hoax dan oknum penyebar cuitan.
Sebagai founder Drone Emprit, Ismail Fahmi mencoba menjelaskan beberapa temuannya yang mampu mengungkap fakta di balik hashtag #TurunkanJokowi ini. Untuk analisanya ini, Ismail Fahmi mencoba membandingkan hashtag tersebut dengan hashtag lainnya seperti #GejayanMemanggil.
Top 5 influencer yang memicu hashtag #TurunkanJokowi untuk pertama kali antara lain @candraidw_md dengan total engagements 4.828, @opposite6890 dengan 2.909 engagements, @localhost911 dengan 2.118 engagements, @do_ra_dong dengan 1.173 engagements, dan @Aisyadiaa dengan 926 engagements.
Dari data Social Network Analysis ini terungkap bahwa hashtag #TurunkanJokowi dikumandangkan oleh sekelompok orang dengan massa yang cukup banyak. Sedangkan hashtag #GejayanMemanggil dibuat oleh pemilik-pemilik akun pribadi yang dapat dipastikan merupakan mahasiswa.
''Kita zoom SNA kedua tagar tersebut. Di antara kedua cluster tampak relasi yang kuat. Menandakan dukungan oposisi yang besar kepada gerakan mahasiswa #GejayanMemanggil. Namun oposisi ternyata juga punya tagar baru #TurunkanJokowi. Akun mahasiswa tidak mengamplifikasi tagar ini.'' tulis akun @ismailfahmi.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih