hitekno.com - Sempat ramai dugaan adanya nomor aparat kepolisian yang tergabung dalam grup WhatsApp anak STM. Namun dengan tegas Polri membantah keterlibatan dalam grup tersebut.
Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul membantah adanya keterlibatan polisi dalam grup WhatsApp anak STM yang sempat viral di media sosial.
"Kami ingin tegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial maupun di kalangan netizen bahwa polisi selaku kreator WA grup tersebut adalah tidak benar," kata Kombes Rickynaldo saat dihubungi, Rabu (2/10/2019).
Sebelumnya sejumlah pihak menuding polisi sebagai biang di balik grup WhatsApp anak STM, setelah sejumlah nomor di dalam grup tersebut diduga milik anggota polisi.
Tuduhan ini membuat heboh netizen di media sosial yang menduga adanya keterlibatan anggota polisi. Namun telah dibantah keras oleh kepolisian.
Siber Bareskrim sendiri telah menyelidiki dan menangkap tujuh orang yang diduga terlibat dalam kasus Grup WhatsApp anak STM.
Dari tujuh orang itu, satu diantaranya berperan sebagai pembuat grup. Sementara enam orang lainnya berperan sebagai anggota maupun admin grup.
Dari hasil investigasi siber, penyidik menemukan terdapat 14 grup WhatsApp anak STM - SMK. (Suara.com/ Liberty Jemadu).
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih