hitekno.com - Setiap orang pasti pernah merasa bagaimana sakitnya ketika mereka diremehkan atau dipandang hina oleh orang lain. Sebuah thread yang cukup menginspirasi memancing netizen untuk melakukan "balas dendam" dengan menunjukkan prestasi tinggi.
Seorang netizen dengan akun bernama @palingmahir membagikan thread yang berisi sebuah momen ketika dirinya lulus dan diwisuda pada sebuah PTN di Indonesia.
Thread yang dibagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 22 ribu Retweet dan 41 ribu Like.
"Tweet ini saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yang bilang saya ga bakal masuk PTN, maaf saya cumlaude," cuit @palingmahir.
Berkat unggahan tersebut, banyak netizen yang "pernah merasa tersakiti" dan diremehkan ikut membagikan momen balas dendam mereka dengan sebuah prestasi.
Sebelumnya, ia mengaku pernah diremehkan oleh teman SMP-nya karena tidak terlalu pintar dan hanya ranking 15-20 besar.
Beberapa netizen lainnya juga membagikan momen ketika mereka diremehkan dan justru berhasil dengan menorehkan prestasi atau berkuliah di luar negeri.
"Jadi intinya jangan suka ngeremehin temen-temen kita yang 'dibawah' kita karena saat lo ngeremehin, lo belum jadi apa-apa, kita gak tau ke depannya kita bakalan jadi apa," kata @roykobebek.
"Belum berubahkah pemikiran guru SMA sampai saat ini? Saya lulusan bahasa 34 tahun lalu dan berkarir jadi diplomat. Hayo tetap semangat," tulis @BasukiDenny.
"Woi kadang menjadi anak pembangkang meman menguntungkan, jalanin hidup jadi enteng karna berdasarkan pilihan sendiri," komentar @potahoex.
Berikut lima momen balas dendam netizen dengan prestasi setelah sebelumnya mereka sempat diremehkan:
1. Keluar masuk BK tak membuatnya berhenti untuk membuktikan prestasi.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi