hitekno.com - Belum lama ini, potret saf salat yang dikaveling Kementerian BUMN menjadi viral di Twitter usai diunggah @lerkvd. Membuat banyak orang heran, netizen ramai-ramai dibuat miris melihat potret satu ini.
Berdasarkan informasi di cuitan tersebut, potret saf salat dikaveling Kementerian BUMN ini diunggah pada Kamis (28/11/2019) lalu hingga menjadi viral di Twitter.
Nampak dalam unggahan @lerkvd ini suasana sebuah masjid saat beberapa orang tengah melakukan ibadah salat. Ada yang tidak biasa dari penampakan lantai masjid ini.
Deretan kertas putih dengan tulisan khusus nampak ditempel di karpet merah masjid. Kertas ini rupanya bertuliskan ''Shaf khusus Direksi, Komisaris dan Kementerian BUMN''.
Terpampangnya nama Kementerian BUMN ini langsung saja membuat banyak netizen yang mengaitkan potret tersebut dengan Badan Usaha Milik Negara yang dikepalai oleh Erick Thohir ini.
''Kayak nonton konser aja udah di booking'' komentar netizen dengan akun @yogisuckseeds.
''Manteeebbb zurganya ntar juga udah dikapling'' ungkap pemilik akun @foxfacemonkey.
''Miris'' tulis akun @rizkyr48_ singkat.
Tidak diketahui dengan pasti mengenai lokasi masjid dengan saf salat dikaveling Kementerian BUMN ini. Usai menjadi viral di Twitter, banyak yang lalu menuntut konfirmasi dari Kementerian BUMN terkait hal ini.
Hingga artikel ini dibuat tim HiTekno.com belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kementerian BUMN terkait hal ini. Namun, berdasarkan pemantauan di Twitter, beberapa netizen mencoba membuktikan bahwa kabar ini adalah hoaks.
Menurut cuitan @helmi_shemi ini, foto tersebut bukan diambil dari masjid Kementerian BUMN. Karena interior masjid yang berbeda.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi