hitekno.com - Jika Indonesia melakukan pembatasan akses media sosial ketika ada protes besar, India melakukan yang lebih ekstrem.
Pemerintah India mematikan internet untuk negara mereka ketika terjadi unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (27/12) kemarin.
Diwartakan Aljazeera, langkah pemerintah India yang mematikan internet ini membuat kerugian besar bagi operator seluler di negara tersebut.
Operator seluler harus menelan biaya sekitar 24,5 juta rupee atau sekitar Rp 4,8 miliar tiap jam internet dimatikan.
Kebijakan mematikan internet ini mendapatkan kritikan oleh para aktivis kebebasan internet. Namun pemerintah India tetap melakukannya.
Pemerintah India melakukan kebijakan ini demi meredam tingginya gelombang protes pada undang-undang kewarganegaraan baru India.
Unjuk rasa memprotes undang-undang ini telah mulai berlangsung setelah parlemen mengeluarkan undang-undang tersebut.
Gelombang protes pun muncul menentang undang-undang yang dianggap diskriminatif tersebut di berbagai wilayah India.
Untuk meredamnya, pemerintah India tidak hanya menerjunkan ribuan personel kepolisian. Namun juga menangguhkan layanan operator seluler.
Dari mematikan internet dari seluler, hingga SMS di 21 distrik dari 75 distrik. Puncaknya pada hari Jumat (27/12/2019) gelombang protes besar terjadi di India.
Dengan kebijakan mematikan internet ini, operator seluler harus menanggung tingginya biaya hingga mengalami kerugian Rp 4,8 miliar tiap jam.
Berita Terkini
-
Mengapa Video Instagram Tidak Selalu Bisa Diunduh? Ini Penjelasan Teknisnya
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger