Hitekno.com - Sebuah pesan berisi larangan beli snack Kaesang Pangarep, Kemripik baru-baru ini beredar luas di grup WhatsApp Alumni 212. Menanggapi hal tersebut, putra bungsu Jokowi ini lalu memberikan tanggapannya.
Pesan larangan beli snack Kaesang Pangarep ini lalu menjadi viral di Twitter usai diunggah oleh akun @digeeembok pada Jumat (17/1/2020) lalu.
Nampak dalam unggahan akun tersebut, sebuah screenshot grup WhatsApp dengan nama 'Persaudaraan Alumni 212'. Seseorang anggota grup lalu nampak memberikan pesan dengan foto snack milik Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming.
Anggota grup ini diketahui mengirim pesan berisi larangan untuk tidak membeli snack milik dua anak Presiden tersebut. Lebih lanjut, si anggota ini menyebut bahwa snack tersebut sudah dijual secara resmi di beberapa minimarket terdekat.
''Warning!!! Jangan ada yang beli 'Kempirik'. Ini buatan anak-anaknya Jokowi. Sudah mulai dijual di Indomart dan lain-lain'' tulis pesan tersebut.
Usai menjadi viral di Twitter, unggahan ini lalu ikut mendapat perhatian Kaesang Pangarep. Putra bungsu Jokowi ini lalu memberikan tanggapannya.
Menurutnya, hal ini tidak perlu diperpanjang. Dirinya justru sangat bersyukur karena mendapat promosi gratis di WhatsApp grup. Memandangi ini sebagai hal positif, Kaesang Pangarep sadar betul mengenai sulitnya promosi secara sukarela.
''Udah jangan diperpanjang masalah begini. Saya bersyukur dapat promosi gratis di WAG. Jaman sekarang susah bikin orang sukarela berbagi informasi mengenai produk saya'' tulis @kaesangp membalas.
Walaupun pesan larangan beli snack miliknya begitu ramai di Whats App dan beredar di grup Alumni 212, netizen rupanya tidak terpengaruh dan mengaku justru dibuat penasaran dengan snack bernama Kemripik ini.
Baca Juga:
Diguyur Hujan, Hashtag #BanjirJakarta2020 Trending di Twitter
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026