hitekno.com - Beredar sebah video menampilkan sosok nenek sedang mengais sisa beras di belakang truk. Jelas saja video ini menarik perhatian netizen hingga viral di media sosial.
Video yang viral di Twitter tersebut membuat netizen malu sendiri karena hingga kini masih sering menyia-nyiakan rezeki.
Dalam video yang dibagikan di akun Instagram @_infocegatansolo tersebut tampak seorang nenek berkerudung putih tengah mengais sisa-sisa beras di belakang truk pengangkut berkarung-karung beras.
Dengan satu tangan membawa semacam wadah atau karton tutup nasi kotak, nenek tersebut mengais sisa beras dengan tangan satunya.
Bukan tanpa risiko, sekali waktu, kepalanya nyaris terkena karung beras yang tengah diangkut kuli panggul.
"Sedangkan kita terkadang masih kemayu dan kemaki (sok-sokan--red) makan nasi sampai tidak habis sisanya dibuang. Bahkan kadang membuang nasi karena sisa kemarin enggan untuk memakan," imbuhnya.
"Ampuni hambaMu ya Allah terkadang menyia-nyiakan rezeki pemberianMu yang lebih, tapi malah tidak bersyukur dan masih terus mengeluh merasa kurang. Astaghfirullahalladzim," pungkasnya.
Unggahan video ini pun mendapat banyak tanggapan dari pengguna Instagram yang lain hingga viral di media sosial.
@mrs.elinda: Jadi ngerasa bersalah banget ketika sering buang nasi sisa di magiccom.
@yosuka_: Hayo sopo sing maem ra tau dientek ne. (Hayo siapa yang kalau makan nasinya nggak dihabisin).
@rindy_zak: Ya Allah semoga Ibu ini diberi umur panjang dan rejeki yang banyak aamiin.
Itulah video nenek mengais sisa beras di belakang truk yang viral di media sosial. (Guideku.com/ Dany Garjito).
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana