1. Buat jualan
Namanya buat jualan, pasti nama akunnya berbeda dengan akun untuk kegiatan pribadi dong. Ini bukan akun palsu sih. Kecuali para penjual online yang melakukan penipuan.
2. Buat kepoin mantan, pacarnya mantan, dan lain-lain
Udah putus tapi masih penasaran dengan apa yang dilakukan mantan. Mau kepo tapi udah terlanjur nge-blok semua media sosialnya.
Akhirnya bikin akun palsu yang nggak pernah mengunggah apapun, followingnya dikit, pakai foto profil yang bukan foto sendiri. Hayooo ngaku siapa yang suka begini?
3. Buat mengikuti akun gosip
Sebenarnya sah-sah saja sih mengikuti akun gosip dengan akun pribadi. Tapi ada lho orang yang gengsi untuk melakukan hal ini. Ya, daripada diejekin teman-teman kan, mending bikin akun palsu. Following-nya akun-akun gosip doang. Biar tetap update berita gosip di seluruh Indonesia Raya.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru