6. Buat cari uang
Media sosial juga saat ini bisa dijadikan media untuk mencari sesruput kopi fancy di akhir pekan. Selain dengan cara berjualan, seseorang juga bisa bikin konten yang dapat menarik rupiah demi rupiah dari sponsor.
Ya semacam influencer tadi. Akun ini nggak sepenuhnya palsu, hanya sifatnya lebih terbuka untuk publik. Mirip dengan poin keempat tadi.
7. Buat menebar kebencian
Buzzer politik, penebar hoax dan kawan-kawannya pasti pakai akun palsu dong. Kamu nggak usah. Hukumannya berat.
Percaya nggak percaya, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mediakix, eksperimen gitu sih. Mediakix ini membuat dua akun palsu bergaya traveler dan hanya mengambil foto-fotonya dari internet, lalu membeli followers dan membayar jasa-jasa komentar dan likes.
Ternyata followersnya bisa sampai puluhan ribu dan akhirnya dua akun ini pun mendapatkan sponsor dari beberapa produk. Wah, coba deh kalian teliti lagi. influencer panutan kalian itu akunnya beneran atau jangan-jangan akun palsu.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru