hitekno.com - Para pelaku kejahatan siber selalu memanfaatkan banyak celah dan keramaian untuk menyebarkan malware berbahaya. Termasuk nominasi Oscar.
Memanfaatkan rasa ingin tahu masyarakat pada para nominasi Oscar, para pelaku kejahatan siber melancarkan aksinya.
Perusahaan global cybersecurity Kaspersky menemukan lebih dari 20 situs web phishing dan 925 file berbahaya, yang terdeteksi dengan menyamar sebagai film yang dinominasikan dalam Academy Award (Oscar) tahun ini.
Dengan adanya penemuan ini, penggemar film harus lebih waspada atas ancaman dalam bentuk phishing dan malware berbahaya.
"Para pelaku kejahatan siber tidak akan terikat dengan tanggal pemutaran perdana film, karena mereka tidak akan mendistribusikan konten apapun melainkan data berbahaya. Namun, karena para aktor ancaman ini akan selalu memanfaatkan sebuah tren terkini, mereka akan bergantung pada permintaan pengguna dan ketersediaan file sesungguhnya. Untuk menghindari penipuan dari para pelaku kejahatan siber, tetaplah berpegang dan berlangganan pada platform streaming resmi," ucap Anton Ivanov, analis malware Kaspersky melalui keterangan resminya.
Situs web phising ini mengumpulkan data pengguna dan meminta pengguna memenuhi berbagai syarat untuk mendapatkan akses ke film yang diinginkan.
Metode ini dapat bervariasi, mulai dari mengambil survei dan berbagi rincian pribadi, untuk menginstal adware hingga meminta rincian kartu kredit.
Untuk lebih mendukung promosi situs web palsu tersebut, para pelaku kejahatan siber juga membuat sebuah akun Twitter sebagai tempat untuk mendistribusikan tautan dalam konten.
File berbahaya yang menyebar di Internet dengan kedok salinan film yang mendapatkan nominasi ini mendapatkan minat yang cukup signifikan.
Para peneliti membandingkan aktivitas berbahaya dengan nama nominasi film tersebut selama empat minggu pertama setelah pemutaran perdananya.
Hasilnya, film Joker menempati posisi pertama. Kaspersky menemukan sebanyak 304 file berbahaya yang dinamai sebagai Gothan Villain.
Diikuti oleh film 1917 dengan 215 file berbahaya dan The Irishman dengan 179 file berbahaya. Sementara untuk film Parasite tidak memiliki aktivitas berbahaya yang terkait.
Untuk menghindari menjadi korban dari file berbahaya tersebut, pengguna diharapkan untuk memperhatikan tanggal resmi peluncuran film di bioskop, layanan streaming, TV, DVD, atau sumber lainnya dan jangan mengklik tautan yang mencurigakan.
Selanjutnya, periksa keaslian situs web. Jangan mengunjungi situs web yang memungkinkan untuk menonton film sampai pengguna yakin bahwa itu sah dan dimulai dengan ‘https’.
Pengguna juga dapat menggunakan solusi keamanan yang andal seperti Kaspersky Security Cloud untuk perlindungan komprehensif.
Itulah hasil temuan para ahli keamanan yang menyebutkan kalau nominasi Oscar dijadikan kamuflase untuk penyebaran Malware berbahaya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih