hitekno.com - Pembahasan virus corona Covid-19 memang ramai di dunia maya yang juga diikuti tersebarnya hoaks. Bahkan tak sedikit Hoaks virus corona yang ditemukan.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 127 hoaks atau berita bohong mengenai penyebaran virus Corona jenis baru (COVID-19) per 25 Februari 2020.
"Sebanyak 127 hoaks dan disinformasi per 25 Februari, per hari ini," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Jumlah itu naik dari hanya 119 hoaks virus Corona pada 23 Februari 2020 kemarin, 86 konten hoaks di 12 Februari 2020, dan naik lebih dari dua kali lipat ketimbang di awal Februari.
Salah satu hoaks yang menjadi sorotan Plate adalah virus corona menular lewat gigitan nyamuk.
Menkominfo meminta agar penyebaran hoaks virus corona tersebut segera dihentikan karena merusak perekonomian.
"Merusak rakyat, membuat takut. Baik hoaks dan disinformasi, dua-duanya itu melanggar aturan," tambah Johnny Plate.
Meski demikian, jelas Johnny Plate, Kementerian Kominfo tak bisa langsung menghapus atau memblokir konten hoaks.
"Takedown ada dua. Satu harus dilakukan oleh ISP (Internet service provider) yaitu blokir, yang satu dilakukan over the top yaitu takedown. Kewenangan Menkominfo kalau sudah melanggar semua aturannya setelah diseleksi diperiksa semuanya diteruskan pada ISP dan over the top perusahaan global untuk melakukan tindakan karena telah terjadi pelanggaran aturan," ungkap Menkominfo.
Itulah banyaknya penyebaran hoaks virus corona yang ditemukan Kominfo di dunia maya. (Suara.com/ Liberty Jemadu).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia