hitekno.com - Kabar mengenai dua warga negara Indonesia positif virus corona sontak membuat netizen panik dan mulai mencari maskerd di sejumlah aptotek.
Namun, karena permintaan melonjak sejumlah stok masker di apotek ludes. Hal ini dimanfaatkan penjual masker di toko online dan e-commerce untuk menaikkan harga.
Kenaikan harga masker yang biasa dijual Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per box kini naik jadi ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Harga tak masuk akal ini membuat sejumlah netizen geram, karena stok makin langka namun harga makin melonjak.
Salah satu e-commerce yang berhasil ditelusuri HiTekno, harga masker bedah dengan merek tertentu dihargai mulai dari Rp 70.000 hingga 500.000.
Namun, di e-commerce lain juga terdapat masker dengan harga hingga belasan juta, yaitu Rp 14.600.000.
Masalah ini menjadi salah satu bahan penyelidikan tim siber polisi.
Dilansir dari Suara.com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya mengatakan ''Memang mereka banyak menjual dengan melalui media online ya, itu akan kita cek semua, tim siber kita akan menyelidiki semua. Kemudian kita akan mencari para pelaku yang menimbun.''
Dia mengatakan penimbunan untuk mencari keuntungan adalah tindak pidana seperti yang diatur dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen.
Yusri mengatakan akan menindak tegas oknum nakal yang mencoba mencari keuntungan dengan cara melawan hukum di tengah isu virus corona (Covid-19).
Gimana nih kalau menurut kamu harga masker yang melonjak tajam di tengah wabah virus corona ini?
Berita Terkini
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026
-
Pengamat Ingatkan Risiko Face Recognition untuk Registrasi SIM, Operator Diminta Tak Simpan Data Wajah
-
Netflix Adaptasi Tiga Novel Dee Lestari menjadi Original Series