hitekno.com - Masih jelas diingatan saat awal 2020 banjir Jakarta mengancam ibukota. Saat itu Anies Baswedan dihujat habis-habisan karena dinilai tidak mampu tangani banjir. Beberapa bulan berselang, kebijakan Anies Baswedan tangani virus corona justru banjir pujian dari netizen.
Mengutip Suara.com, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan kegiatan belajar selama dua pekan mulai dari Senin (16/3/2020). Kebijakan ini terkait dengan antisipasi penyebaran virus corona di ibukota.
Tidak hanya menghentikan kegiatan belajar selama dua pekan, Anies Baswedan juga menunda Ujian Nasional di sekolah untuk sementar waktu hingga keadaan kondusif.
Kebijakan Anies Baswedan untuk tangani virus corona ini langsung saja mendapat berbagai komentar netizen. Bukan menghujatnya, Gubernur DKI Jakarta justru banjir pujian dari netizen.
"Standing applause buat GoodBener" tulis netizen pemilik akun @D_m3chy.
Pujian untuk Anies Baswedan juga datang dari dua public figure yaitu Ernest Prakasa dan Tompi. Walaupun sempat beberapa kali menyampaikan kritik pada Anies Baswedan, kali ini keduanya kompak menyampaikan terima kasih untuk kebijakan yang telah dikeluarkan.
"Warga DKI berterimakasih pada Anies Baswedan soal Corona adalah titik nadir kepercayaan pada Jokowi. Bagus lah." tulis @ernestprakasa.
Sebelumnya, pada awal 2020 ini, Anies Baswedan mendapat kritikan pedas dari netizen karena dianggap tidak mampu menangani banjir Jakarta yang begitu meresahkan banyak pihak.
Berbanding terbalik, karena kebijakan Anies Baswedan tangani virus corona membuat Mantan Menteri Pendidikan ini mendapat pujian dari banyak pihak yang sempat mengkritisi pemerintahannya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi