hitekno.com - Saat pendemi virus corona, banyak masyarakat yang diimbau menerapkan pola hidup sehat. Namun seorang netizen malah pamer stok es krim di kulkas miliknya.
Nampak dalam foto yang dipamerkan, netizen ini menumbun es krim di kulkas. Terlihat beberapa rasa es krim dalam kulkas tersebut.
Padahal, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, es krim jika dikonsumsi terlalu banyak juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari pilek, batuk hingga demam.
Di sisi lain, beberapa gejala virus corona yang saat ini telah menjadi pandemi di antaranya batuk, pilek disertai demam tinggi dan sesak nafas.
Nah, saat orang lain berlomba-lomba mengatur pola hidup sehat, netizen ini malah menimbun es krim dalam kulkas miliknya.
Jika dilihat, terdapat lebih dari 20 buah es krim disimpan oleh netizen tersebut. Foto ini pun mendadak ramai diperbincangkan usai diunggah kembali oleh akun Twitter @FOODFESS2 beberapa waktu lalu.
"Ngestok nih fess," tulis akun @FOODFESS2 dikutip HiTekno.com, Kamis (19/3/2020) kemarin.
"Mati listrik, nangis kamu," sebut seorang netizen.
"Batuk: Assalamualaikum," imbuh netizen lainnya.
"Lagi musimnya virus corona, bukannya jaga kesehatan malah ngundang penyakit. Nanti, kalau radang, demam, imunnya nggak kuat gimana? Maaf, apa orangtuanya diam saja?" timpal netizen lain mencoba mengingatkan.
Itulah postingan netizen pamer timbunan es krim yang ternyata jadi sorotan netizen lainnya hingga viral di media sosial.
Sebaiknya jangan tiru aksi netizen menimbun es krim di kulkas ini, ya. Segala sesuatu yang berlebihan itu tentu tidak baik. Jaga kesehatan selalu! (Suara.com/ Arendya Nariswari).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi