hitekno.com - Jubir virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto belum lama ini mendapat sindiran menohok dari netizen karena kedapatan kerap mengucapkan kalimat yang sama tiap tampil ke publik. Netizen yang iseng lalu membuat Bingo Scorecard begini.
Adalah netizen dengan akun Twitter @maxwalden_ yang pertama kali mengunggah Bingo Scorecard buatan netizen lainnya yang tidak diketahui identitasnya. Bingo Scorecard ini lalu diunggah dan menjadi viral di Twitter pada Rabu (15/4/2020) lalu.
''Seseorang membuat Bingo Scorecard untuk press conferences sehari-hari Covid-19 di Indonesia'' cuit akun @maxwalden_.
Sepakat dengan @maxwalden_, netizen menyebut bahwa jubir virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto sering kali mengucapkan kalimat-kalimat yang sama saat tampil ke publik untuk memberi informasi terkait virus corona di Indonesia.
''Apa yang dia sampaikan hanya template berkerangka sama yang tiap hari diulang-ulang meski katanya dimodif dikit'' balas akun @ssd0027.
''Hahaha besok coba ahh'' komentar akun @underass_btchs yang ingin langsung mencoba mengisi Bingo Scorecard ini.
Nampak dari Bingo Scorecard buatan netizen ini, ada 16 kalimat yang kerap kali diucapkan oleh Achmad Yurianto dalam press conferences bersama para wartawan.
Dalam beberapa press conferences terkait penyebaran virus corona di Tanah Air, jubir virus corona di Indonesia ini beberapa kali memang mengucapkan kalimat yang sama. Wajar jika netizen yang iseng lalu membuat Bingo Scorecard ini.
Menjadi viral di Twitter, Bingo Scorecard berisi ucapan kalimat jubir virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto ini telah mengumpulkan 253 retweets dan berbagai balasan dari netizen yang ingin mencoba mengisi kartu tersebut.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi