hitekno.com - Host Uang Kaget kembali mencuri perhatian, bukan karena menabrak orang hingga jatuh ke selokan, kali ini dirinya justru menjadi sasaran amukan ibu-ibu yang menjadi target dalam tayangan Uang Kaget.
Potongan tayangan Uang Kaget ini menjadi viral di Instagram usai diunggah akun @kegoblogan.unfaedah pada Minggu (26/4/2020) lalu.
"Tuh kan ngambek jadinya" tulis caption @kegoblogan.unfaedah.
Seperti biasa, host Uang Kaget, Soraya Rasyid menemani target untuk berbelanja kebutuhannya dengan sejumlah uang yang diberikan. Berperan sebagai time keeper, aksi ini biasanya dilakukan buru-buru hingga setiap kebutuhan dapat terbeli.
Mendekati akhir waktu yang diberikan, ibu-ibu yang menjadi target Uang Kaget kali ini ingin membeli kulkas. Sayangnya, karena waktu yang mepet, dirinya belum sempat membeli kulkas, padahal telah berada di lokasi toko tersebut.
"Saya capek saya nih, aduh gimana ini, udah abisin uangnya ini saya mau beli kulkas, payah ah. Saya kan udah hepi-hepi jalan-jalan, udah capek, kita mah capek, udah keringetan, udah anak saya ditinggal," ucap ibu-ibu ini mengeluh ke host Uang Kaget.
Mengaku tidak bisa melanggar aturan dari program tersebut, host Uang Kaget ini hanya terdiam menerima amukan ibu-ibu yang terus ngamuk ini.
"Gas terus bu" balas netizen dengan akun Instagram @sipkriii.
"Jadi harus kasihan, ngakak, atau ikut ngambek?" komentar pemilik akun @nandaarumkenconojati.
"An*** ngegas mulu, mending kita tarawih yuk sayang" ungkap akun Instagram @farahdsn12_.
Entah ibu-ibu ini berhasil membeli kulkas atau tidak, namun sejak unggahan mengenai host Uang Kaget diamuk ibu-ibu ini diunggah, sudah ditonton sebanyak lebih dari 900 ribu kali dan mengumpulkan ribuan komentar netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi