hitekno.com - Netizen dihantam kabar duka mendalam mengingat sang maestro campursari legendaris, Didi Kempot meninggal dunia pada hari ini (05/05/2020). Puluhan ribu netizen langsung berbondong-bondong mengungkapkan duka cita mereka melalui media sosial, terutama melalui Twitter.
Pantauan dari situs Trends24.in, pembahasan mengenai Didi Kempot langsung trending di Twitter sejak pukul 08.30 WIB.
Pada pukul 09.00 WIB, topik mengenai Didi Kempot langsung memuncaki deretan trending topik setelah dicuitkan oleh puluhan ribu netizen.
Dikutip dari Suara.com, penyanyi campursari kondang asal Solo, Didi Kempot, dikabarkan meninggal dunia Selasa (5/5/2020) pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo.
Selain itu, awal Mei 2020 ini, Bumi akan diberi pemandangan menarik dengan munculnya hujan meteor Eta Aquarids. Menjadi pemandangan langka, kapan puncak hujan meteor Eta Aquarids terjadi?
Lapan menyebutkan bahwa hujan meteor Eta Aquarids telah diamati sejak zaman kuno dan menjadi salah satu hujan meteor di atas rata-rata dalam sejarah astronomi.
Saat hujan meteor Eta Aquarids mencapai puncaknya, akan ada sekitar 60 meteor per jam yang menghujani langit di belahan Bumi bagian selatan.
Yuk simak berita terpopuler selengkapnya.
1. Murah Hingga Mahal, Ini Deretan 6 HP Rilis Bulan April 2020
Bahkan beberapa merek tertentu merilis dua perangkat terbarunya sekaligus bulan April 2020 kali ini.
Deretan HP April 2020 kali ini diwarnai oleh beberapa vendor seperti Xiaomi, Oppo hingga Huawei.
2. Didi Kempot Meninggal Dunia, Netizen Berduka di Twitter
Pantauan dari situs Trends24.in, pembahasan mengenai Didi Kempot langsung trending di Twitter sejak pukul 08.30 WIB.
Pada pukul 09.00 WIB, topik mengenai Didi Kempot langsung memuncaki deretan trending topik setelah dicuitkan oleh puluhan ribu netizen.
Dikutip dari Suara.com, penyanyi campursari kondang asal Solo, Didi Kempot, dikabarkan meninggal dunia Selasa (5/5/2020) pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo.
3. Awal Mei 2020 Dihiasi Hujan Meteor Eta Aquarids, Kapan Puncaknya?
Lapan menyebutkan bahwa hujan meteor Eta Aquarids telah diamati sejak zaman kuno dan menjadi salah satu hujan meteor di atas rata-rata dalam sejarah astronomi.
Saat hujan meteor Eta Aquarids mencapai puncaknya, akan ada sekitar 60 meteor per jam yang menghujani langit di belahan Bumi bagian selatan.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih