hitekno.com - Sedang viral di media sosial meme overthinking. Banyak netizen menggunakannya karena mewakili perasaan ketika tengah memikirkan sesuatu yang tidak dimengerti.
Meme overthinking menampilkan seorang karakter cowok dengan kepala botak yang sering melamun. Mimik wajahnya yang murah karena banyak pikiran.
Sementara saat melamun, karakteroverthinking biasanya terbaring di tempat tidur atau menyandarkan tubuhnya di dinding.
Potret tersebut kemudian dibubuhi beragam tulisan menggelitik yang menggambarkan keresehan seseorang seperti: "Orang-orang kok bisa tidur cepet?", "Kok orang-orang bisa punya pacar ya? dan "Kok bisa ya, orang makan mie goreng tapi dikasih kuah".
Saking viral di media sosial beberapa netizen pun mengaku penasaran dengan pencetus meme overthinking tersebut.
Meme overthinking merupakan karya seorang ilustrator asal Korea Selatan, Jong-Ha Yoon. Pria itu populer di dunia animasi dan dikenal memiliki akun Instagram @jongha306.
"Saya baru ingat! Klip-klip animasi pendek Jong-Ha YOON dengan karakter botak itu salah satu dari sekian banyak reference yang ngasih inspirasi saya bikin ini. Saya gatel nanya karena familiar banget. Kok bisa lupa ya itu gambar dia begitu jadi meme," tulisnya.
Sementara setelah Suara.com melakukan penelusuran lebih lanjut, meme overthinking merupakan montase dari karya Yong-Ha Yoon yang sempat dipublikasikan pada 19 Oktober 2017.
Dalam ilutrasi tersebut, terdapat serangkaian gambar karakter overthinking bernuansa hitam putih seperti yang kekinian viral di media sosial.
Itulah kisah dan sosok di balik meme overthinking yang viral di media sosial. Meski karya lama, namun ternyata populer lagi belum lama ini. (Suara.com/ Husna Rahmayunita).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia