hitekno.com - Kisah seorang pria yang beli jam tangan Rp 1,7 juta demi balikan dengan mantan kekasihnya baru-baru ini menjadi viral di Twitter. Sayangnya, nasib pria ini justru sangat menyedihkan usai hadiah tersebut diberikan pada sang mantan kekasih.
Kejadian yang menimpa pria ini menjadi viral di Twitter usai diunggah akun @txtdarionlshop pada Rabu (22/7/2020) lalu.
''Setidaknya sudah berusaha'' cuit akun @txtdarionlshop.
Apa yang dialami pria ini rupanya ia ceritakan dalam kolom review online shop tempat dirinya membeli jam tangan seharga Rp 1,7 juta ini. Memberi bintang lima untuk barang yang ia beli, pria ini rupanya mengalami kisah sedih.
Dalam kolom review online shop, pria ini menjelaskan bahwa dirinya membeli jam tangan tersebut sebagai hadiah untuk mantan kekasihnya yang baru saja lulus SMA. Hadiah ini ia berikan dengan harapan agar sang mantan kekasih mau balikan dengannya.
Bukannya sepakat untuk menjalin hubungan kembali, mantan kekasihnya ini justru menolaknya mentah-mentah dan hanya menyampaikan ucapan terima kasih untuk hadiah jam tangan seharga Rp 1,7 juta ini.
''Tapi ternyata enggak (balikan), tapi setidaknya dia bilang terima kasih'' tulisnya melanjutkan.
Viral di Twitter, unggahan mengenai pria yang beli jam tangan Rp 1,7 juta demi balikan dengan mantan kekasihnya ini lalu mendapat berbagai komentar dari netizen.
''Tanggung jawab lho, kasihan masnya udah abis duit sejutaan'' komentar akun Twitter @dapaadisini.
''Ternyata mantan sudah tidak peduli'' ungkap pemilik akun @Arldzzzz.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan mengenai pria yang beli jam tangan Rp 1,7 juta demi balikan dengan mantan kekasihnya ini telah mendapat ratusan retweets dan balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi