Jum'at, 25 September 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 03 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Hitekno.com - Beredar sebuah postingan di media sosial yang mengklaim kalau China melakukan uji vaksin di Indonesia karena kekurangan monyet,

Postingan tersebut dibuat oleh sebuah Akun Facebook bernama Alexander Abu Taqi Mayestino dengan narasi sebagai berikut:

" HARGA MONYET CINA VERSUS HARGA MANUSIA INDONESIA
Perbandingan:
Di Indonesia negara ber-Pancasila yang berpenduduk sekitar 265 juta manusia, Jokowi dan timnya, menyatakan akan menguji coba vaksin ini ke sekitar 1.600 Manusia WNI.
Di negara Neo Komunis Cina yang tidak ber-Pancasila dan berpenduduk sekitar 1,4 milyar manusia (hampir 7 kali lipat jumlah penduduk Indonesia), mereka kekurangan Monyet untuk uji coba ini.
Di Cina:
Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet
https://www.google.com/search…
https://nkriku.com/harganya-mahal-lab-china-sampai-kekuran…/
Di Indonesia:
Jokowi: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Libatkan 1.620 Relawan (Manusia)
https://republika.co.id/…/jokowi-uji-klinis-vaksin-covid19-…
https://today.line.me/…/Bio+Farma+Tak+Sanggupi+Permintaan+J…
https://www.merdeka.com/…/butuh-1620-orang-relawan-uji-klin…
Bagaimana menurut anda"

Cek fakta laboratorium China kekurangan monyet untuk uji coba virus corona. (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan hasil cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -jaringan Suara.com, status Facebook yang diunggah pada Rabi (26/7/2020) dengan membandingkan harga monyet di China dengan warga Indonesia memuat informasi yang salah.

Dalam perbandingan itu, pemilik status membingkai isu dari kabar tentang perusahaan China yang kekurangan monyet dan dibuat seolah-olah menjadi alasan untuk melakukan uji klinis vaksin pada manusia di Inonesia.

Pemberitaan tentang China yang kekurangan monyet untuk dijadikan bahan percobaan terjadi di laboratorium Yisheng Biopharma, sebuah laboratorium di China yang turut meramu vaksin virus corona.

Berita asli dalam unggahan tersebut bersumber dari Kompas.com yang melaporkan bahwa kekurangan sumber daya bahan percobaan berupa monyet dilatarbelakangi oleh harga monyet yang meningkat.

Peningkatan harga itu terjadi karena tingginya permintaan monyet dari laboratorium-laboratorium lain.

Sementara itu, isu yang menyebut bahwa warga negara Indonesia dijadikan kelinci percobaan vaksin virus corona adalah salah.

Menurut dr Dirga Sakti Rambe, vaksin corona sebetulnya sudah melalui uji klinis di China dan sudah menjadi standar operasional dalam pengujian vaksin secara klinis di Indonesia sebelum disebarluaskan.

Kesimpulan

Dari hasil penelusuran dan cek fakta di atas, unggahan yang menyebut bahwa China melakukan uji cooba vaksin di Indonesia karena kekurangan monyet adalah konten yang menyesatkan. Hal itu karena menggabungkan dua berita yang memuat isi dan subjek yang berbeda untuk dibingkai menjadi isu baru. (Suara.com/ Farah Nabilla).