hitekno.com - Sebuah pembahasan mengenai "wanita simpanan" biasanya dapat membuat emak-emak hingga netizen cewek ikut geram. Seseorang yang mengunggah video dengan caption bertuliskan "lebih enak jadi simpanan" ini auto diserbu oleh netizen.
Berdandan sangat feminim, terlihat seseorang yang merekam pria dari atas sebuah bangunan.
Ia menceritakan bahwa si pria merupakan suami orang dan rela pergi saat waktu Subuh.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @adellia337 langsung memancing beragam reaksi dari netizen.
Postingan yang dibagikan viral di TikTok setelah mendapatkan lebih dari 9,7 Juta View dan 173 ribu Like dari netizen.
Belasan ribu netizen langsung memberikan komentar di mana sebagian di mereka langsung menceramahinya.
Pada video viral, terlihat seorang pria yang pulang pagi-pagi buta menggunakan mobil dan direkam dari kamar atas.
"Terbukti suami orang lebih suka main di luar. Rela pulang Subuh. Lebih enak jadi simpanan," kata akun @adellia337 pada deskripsi video.
Pada postingan terbarunya, ia malah memberikan nasihat untuk para istri di rumah.
"Pelajaran aja buat para istri, banyak pelakor mengincar suami Anda. Pelakor bukan hanya cewek aja, tapi waria juga bisa (emoticon tertawa)," tulis deskripsi video pada postingan setelahnya.
Netizen banyak memberikan beragam komentar atas video viral di atas.
"Tobat kak, ini bukan bermaksud ngehujat ya tapi kita ngasih tau kalau itu salah. Tobat ya kak itu haram," komentar @Jessica.puspita.
"Mbak nggak pernah merasakan gimana rasanya jadi anaknya," tulis @KimDaray.
"Kok bangga banget yak, heran gue," kata @danssss99.
Video viral tersebut terus dibanjiri oleh belasan ribu komentar dari netizen yang tidak terima dengan unggahan postingannya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi