hitekno.com - Menjadi negara terbesar nomor dua di Asia Tenggara, Indonesia menjadi sasaran empuk serangan ransomware selama paruh pertama 2020.
Hal ini diungkap perusahaan keamanan siber, Kapersky dalam konferensi pers online.
Menurut Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky, Dony Koesmandarin, ada lima jenis ransomware yang paling sering ditemukan di Tanah Air. Kelimanya adalah:
- Trojan-Ransom.Win32.Wanna,
- Trojan-Ransom.Win32.Stop,
- Trojan-Ransom.Win32.Cryakl,
- Trojan-Ransom.Win32.GandCrypt,
- Trojan-Ransom.Win32.Gen.
Taktik yang digunakan, menurut Dony, masih sangat kuno seperti email phishing, website yang terinfeksi program berbahaya, atau software yang tidak diperbarui.
Data Kaspersky menunjukkan bahwa dari 831.105 percobaan ransomware yang telah diblokir di wilayah Asia Tenggara pada paruh pertama tahun ini, 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia.
Di posisi pertama terdapat Vietnam dengan 385.316 upaya serangan ransomware pada H1 2020. Kemudian, di urutan ketiga Thailand dengan 85.384 upaya serangan ransomware. Selanjutnya, Malaysia, Filipina dan Singapura, masing-masing berada di urutan keempat, kelima dan keenam.
"Kenapa Indonesia begitu tinggi? Kita bicara tentang awareness, karena ketidaktahuan," ujar Dony.
Menurut Dony sektor yang paling sering disasar ransomware di Indonesia adalah enterprise, disusul oleh konsumen individu, dan UKM.
Menurut Dony, individu menjadi kedua tertinggi karena tidak ada proteksi apa pun. (Suara.com/Liberty Jemadu)
Berita Terkini
-
Mengapa Video Instagram Tidak Selalu Bisa Diunduh? Ini Penjelasan Teknisnya
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger