hitekno.com - Dalam menjalin sebuah hubungan, sebaiknya kita dapat menerima kelebihan serta kekurangan pasangan masing-masing. Wanita cantik yang mengaku tak disetujui ortu pasangan ini memancing netizen untuk ikutan curhat.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @rozatulalisa membagikan dirinya saat berpose dengan sang anak.
Tak hanya itu, ia juga membagikan sedikit curahan hatinya mengenai sang pasangan.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 2,5 juta View dan 86 ribu Like.
Ratusan netizen turut berkomentar di mana beberapa di antaranya juga ikut curhat mengenai pasangan mereka.
"Orangtua kamu nggak setuju karena aku punya anak. Kalau aku gadis, selera aku bukan lagi kuaci mas. Kamu malu ngakuin aku ke teman kamu karena aku gendong baby. Okey tenang aku juga belum tentu mau dibanggain ke teman-teman kamu (emoticon tersenyum)," tulis curhatan wanita ini pada postingan videonya.
Pada video selanjutnya, ia juga berharap bahwa lelaki yang mendekatinya harus sayang terhadap sang anak terlebih dahulu.
Video viral ini memancing netizen untuk ikut curhat sehingga turut memberi beragam komentar.
"Senasib kita beb, apalah daya aku janda anak dua, dan doi masih 25 sementara aku usia menuju 32. Tapi hubungan kita udah masuk tahun ketiga," curhat @senj*ku.0*.
"Sama mbak, senasib, ortu pacarku nggak setuju gegara aku janda, kita akhirnya putus karena dia nggak mau durhaka," @n*r**me*.
"Semoga saya jadi suami kamu neng," balas @r*ans*ahst.
"Aku siap kok terima syaratnya jadi imam kamu," kata @riz*lkis*ran*.
Untuk melihat video viral mengenai wanita yang curhat nggak disetujui ortu pasangan gegara punya anak, kalian bisa mengunjungi link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia