hitekno.com - Elon Musk, bos perusahaan antariksa SpaceX mengatakan ingin membuat rancangan hukum sendiri untuk kehidupan di planet Mars nantinya. Menariknya, mereka tak mau mengakui hukum internasional di planet merah tersebut.
SpaceX ingin mengatur kehidupan di Mars sendiri, tidak mau tergantung dari hukum internasional yang kini diakui di Bumi.
Elon Musk mengungkapkan rencananya untuk membuat kota mandiri di Mars pada minggu lalu, meskipun belum ada kerangka waktu yang ditetapkan untuk pengembangannya.
Setiap koloni masa depan yang dibuat oleh SpaceX kemungkinan akan menggunakan konstelasi satelit Starlink yang mengorbit Bumi untuk menyediakan koneksi internet kepada manusia dan mesin di permukaan Mars.
Saat ini, lebih dari 800 satelit internet telah diluncurkan ke orbit sekitar Bumi. Perusahaan berencana untuk meluncurkan total sekitar 12.000 satelit. Aplikasi Starlink pun diluncurkan di wilayah tertentu minggu ini, setelah melakukan uji beta di beberapa bagian Amerika Serikat dan Kanada.
Bagian hukum yang mengatur menyatakan untuk layanan yang disediakan di Mars atau dalam transit ke Mars melalui Starship atau pesawat luar angkasa kolonisasi lainnya, para pihak mengakui Mars sebagai planet bebas dan tidak ada pemerintah berbasis di Bumi yang memiliki otoritas atau kedaulatan atas aktivitas Mars.
Dilansir dari Independent pada Jumat (30/10/2020), insinyur sistem luar angkasa Erwan Beauvois mengatakan bahwa posisi SpaceX mengingatkan pada deklarasi yang diajukan oleh Earthlight Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk mempersiapkan perluasan umat manusia di luar Bumi.
Deklarasi Hak dan Kewajiban Kemanusiaan di Alam Semesta menyatakan bahwa luar angkasa harus dianggap bebas dengan prinsip oleh semua, untuk semua, dan kepada semua.
Itulah rencana Elon Musk bersama SpaceX yang ingin membuat hukum sendiri untuk kehidupan di planet Mars nantinya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia