hitekno.com - Pesona cowok ganteng atau cewek cantik biasanya dapat membuat netizen gagal fokus di media sosial. Seorang cewek mengaku bertemu ustaz "cogan" yang jadi pengawas ini sukses menarik perhatian netizen.
Pengguna TikTok bernama Echy (@kepoaelu16) membagikan momen dirinya saat menjalani ujian semesteran.
Bukan mengeluh mengenai sulitnya soal ujian, namun remaja cewek ini justru merekam seseorang yang ia juluki sebagai "cogan" atau "cowok ganteng".
"Jadi ceritanya kita lagi ujian semester. Terus tiba-tiba yang ngawas, ustaz cogan cuy! (emoticon cool). Gagal fokus dong (emoticon menangis)," tulis Echy (@kepoaelu16) pada keterangan di video.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 1,4 juta View dan 172 ribu Like. Video viral mengenai ustaz ganteng ini memancing ribuan komentar dari netizen.
Pada video, terlihat cewek ini menambahkan filter hingga melakukan zoom-in sehingga wajah dari ustaz pengawas terlihat jelas.
Terdapat netizen yang curiga bahwa sang ustaz sudah memiliki anak dan istri. Namun pengunggah postingan membalas bahwa ustaz pengawas tersebut masih single sehingga semakin membuat netizen lebih bersemangat.
"Cemberut aja ganteng apalagi senyum. Pantas nggak dijawab ya, soalnya kepalanya kamu mandangin ustaz ganteng itu," komentar @ulfah.479.
"Mengapa sekolahku berbeda, yang ngawasin malah aki-aki," curhat @ren_ata7.
"Sempat-sempatnya ujian malah rekam video TikTok," balas @calistaindahsuryani1.
"Baru buka TikTok, langsung lihat ustaz ganteng, saya siap jadi istri beliau," gombal @calistaindahsuryani17.
Untuk melihat video viral mengenai ustaz ganteng yang bikin netizen kesemsem, kalian bisa mengunjungi postingan asli melalui link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi