Agung Pratnyawan
Antar Pesanan Makanan, Driver Ojol Dibuat Syok Lihat Penampakan Uangnya

hitekno.com - Banyak kisah pengemudi ojek online atau driver ojol yang mencuri perhatian netizen. Seper ti satu ini, yang dibuat terkaget-kaget melihat uang kertas yang diterimanya dari customer.

Bukan kena tipu oleh customer dan order palsu, driver ojol ini memang menerima uang seperti dalam pesanan. Namun penapakan uang kertas tersebut yang bikin heran.

Ia pun mengeluhkannya ke grup ojol daerah di Facebook hingga akhirnya viral di media sosial.

Unggahan yang kemudian dibagikan akun Instagram @dramaojol.id itu menunjukkan keluhan si driver ojol dan potret uang yang ia terima.

"Ampuun dah CS (customer-red) enggak mikir. Haduh kira-kira laku engga ya ini. Customer kalau lagi bete begini amat ya," keluh si driver ojol.

Tampak ia menerima uang cash sebesar Rp 110 ribu sesuai dengan tagihan yang ada di aplikasi.

Tapi yang membuatnya tepuk jidat adalah karena wujud uang selembar pecahan seratus ribuan dan dua lembar lima ribuan itu.

Tak hanya itu, di seluruh bagian uang kertas itu juga dipenuhi tulisan-tulisan menggunakan aksara Jepang.

Kontan, penampakan uang itu membuat netizen ramai menuliskan reaksi mereka.

"Ini pasti contekan kanji dan sebangsanya," komentar @permen*****.

"Tangannya iseng banget," imbuh @utari****.

"Bisa di jerat hukum kalau sengaja mencoret"uang kertas apalagi ada gambar pahlawan nya dan lambang negara," tulis @supianto****.

Tak sedikit pula netizen yang menyarankan agar driver ojol tersebut menukar uang tersebut di bank.

Lantas bagaimanakah cara menukar uang rusak di bank?

Kemudian, petugas di loket akan memeriksa kondisi uang Anda, bila masih sesuai dengan kelayakan edar, pihak petugas akan memberikan gantinya. Sebelum itu, petugas akan menghitung dulu jumlah uang yang bisa ditukarkan.

Perlu Anda ketahui, uang yang ditukarkan tidak dibatasi jumlahnya, baik itu pecahan terkecil logam maupun uang kertas akan dilayani, namun ada pembatasan berupa keasliannya. Uang yang terbukti tidak asli tidak dapat ditukarkan. Hanya uang yang masih resmi beredar tapi dalam kondisi rusak yang akan memperoleh hak tukar.

Terpenting lagi, uang kertas ini masih satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap. Kemudian untuk uang logam, kondisi fisiknya 1/2 dari ukuran asli dari ciri uang rupiah dan masih dapat dikenali keasliannya. (SuaraMalang.id/ Farah Nabilla).