hitekno.com - Para bocil (bocah cilik) dikenal terkenal dengan sifatnya yang cukup lugu dan spontan. Deretan bocil yang ditanya mengenai kepanjangan sebuah peribahasa ini justru memberikan jawaban tak terduga.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @zulfiadi._ membagikan postingan ketika dirinya menanyakan mengenai kuis peribahasa pada bocil secara random. "Peribahasa apaan ini (emoticon menangis)," tulis @zulfiadi._ pada caption-nya.
Peribahasa sendiri merupakan kelompok kata atau kalimat yang biasanya mengiaskan maksud tertentu. Akun @zulfiadi._ memberikan pertanyaan mengenai peribahasa yang cukup populer.
"Coba lu sambungin peribahasa ini. Bersatu kita teguh bercerai kita..." kata @zulfiadi._ ketika meminta bocil untuk meneruskan peribahasa tersebut.
Terdapat empat orang bocah yang ditanya di mana tiga di antaranya menjawab salah dan hanya satu orang bocil menjawab dengan tepat.
"Bersatu kita teguh bercerai kita..menikah lagi," jawab bocah kedua. Bocah ketiga menjawab dengan dengan kata "berpisah". Cukup cool, bocah keempat dengan santai menjawab benar dengan mengatakan "runtuh".
Postingan video mengenai jawaban polos para bocil ini berhasil viral setelah ditonton lebih dari 4 juta kali dan mendapatkan 500 ribu Like. Video viral tersebut memancing beragam komentar dari netizen.
"Adik yang jawab 'runtuh', fix dia anak baik," balas netizen di TikTok.
"Yang ngomong runtuh wajahnya berasa cool banget lah," komentar netizen lainnya di TikTok.
"Bocil sekarang pada kenapa sih," canda salah satu netizen.
Itulah tadi reaksi bocil ketika ditanya mengenai kelanjutan peribahasa, bagaimana pendapat kalian? (Postingan video viral bisa dilihat melalui link ini).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi