hitekno.com - Cek berikut ini cara membuat Twibbon dengan mudah untuk menghiasi profile akun Twitter dan media sosial lainnya.
Twibbon umum digunakan oleh pengguna Twitter untuk mempromosikan atau mendukung sesuatu, seperti acara hari kemerdekaan negara atau acara penting lainnya.
Untuk membuat twibbon, pengguna tidak perlu mendaftar dan cukup hanya masuk ke layanan pembuat twibbon dengan nama pengguna serta kata sandi Twitter.
Dilansir dari Tech Dows pada Jumat (6/8/2021), berikut ini cara mudah membuat twibbon di Twitter:
Pengguna dapat memilih jenis twibbon seperti apa yang ingin digunakan dengan mengakses situs layanan https://twibbon.com/causes pada komputer ataupun smartphone.
Setelah memilih, pengguna harus memastikan bahwa gambar profil terlihat jelas sehingga latar belakang twibbon harus transparan dan gambar yang diunggah harus dalam format PNG atau GIF dengan ukuran 400 x 400 piksel.
Masuk dengan nama pengguna dan kata sandi Twitter serta berikan izin untuk otorisasi aplikasi Twibbon.
Pada halaman twibbon, masukkan alamat email, nama kampanye, dan tulis deskripsi.
Selanjutnya, unggah gambar twibbon untuk pendukung kampanye tersebut agar bisa digunakan sebagai gambar profil. Setelah puas dengan hasilnya, klik opsi "I'm Happy, Continue".
Umumnya, twibbon sering digunakan untuk merayakan acara perkenalan di sekolah ataupun merayakan ulang tahun idola.
Pengguna lain yang memiliki tujuan atau minat serupa dengan pengguna dapat menggunakan twibbon tersebut sebagai gambar profil.
Itulah cara membuat Twibbon dengan mudah yang bisa digunakan untuk menghiasi profile akun Twitter dan media sosial lainnya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi