Rezza Dwi Rachmanta
Foto Pria Angkut Lukisan 1949, Netizen: Keren, Pakai Singlet Masuk Istana

hitekno.com - Dokumen dan foto jadul dapat memiliki nilai sejarah tersendiri bagi generasi setelahnya. Sebuah foto jadul yang menampakkan orang saat mengeluarkan lukisan dari sebuah gedung ini berhasil menarik perhatian netizen.

Pengguna Facebook dengan akun bernama Pri Hartanto membagikan postingan mengenai kondisi sekitar Istana Merdeka di tahun 1949.

Rupanya dua warga di dalam foto itu sedang membawa salah satu lukisan milik Belanda. Mereka memindahkan lukisan berukuran besar itu ke museum.

"Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Desember 1949, Istana Merdeka (dulu namanya Istana Rijswijk) melakukan bongkar-bongkar," bunyi keterangan di dalam postingan.

Sebelum diberi nama Istana Merdeka, terdapat bangunan bernama Istana Risjwijk (1796). Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, Pieter Mijer memberi mandat untuk mendirikan bangunan sebagai pengganti Istana Risjwijk pada 1869.

Bangunan menjadi saksi bisu penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949.

Melalui sebuah upacara, bendera Belanda diturunkan dan digantikan oleh bendera Indonesia sehingga teriakan "Merdeka! Merdeka!" menggema di sekitarnya. Sejak saat itu, Istana Gambir dinamakan Istana Merdeka.

Lukisan yang dibawa oleh empat orang pria ini memperlihatkan sosok mantan Gubernur Jenderal Hindia Belanda J. B. Van Heutsz. Netizen justru menyoroti gaya sederhana salah seorang pria yang membawa lukisan itu.

"Lukisan itu kalau masih ada sampai sekarang Rp 30 juta pun dibeli orang," pendapat L**tari D*dy.

"Keren ya, dulu pakai singlet sama kolor doang bisa masuk istana negara," kata N**rah Ra**an,

"Merdeka lebih indah daripada seni," balas Ang**sh*f.

"Bukan nggak ngerti seni. Itu kan lukisan musuh. Darah belum mengering sehabis dijajah, masih untung lukisannya nggak dibakar," komentar Ed* Po**k.

Itulah tadi foto jadul mengenai pria yang membawa lukisan Belanda keluar dari istana di tahun 1949, bagaimana pendapat kalian?