hitekno.com - Ketahui ada etika di media sosial yang sebaiknya kita ikuti demi terhindar dari masalah nantinya.
Media sosial merupakan dunia maya yang luas di mana pengguna dapat bertemu dengan jutaan orang asing dari berbagai negara di seluruh dunia.
Oleh karena itu, pengguna media sosial harus berhati-hati saat bermain dalam platform sosial apapun.
Bermain media sosial pun memiliki etika tersendiri yang sebaiknya diikuti.
Menurut akun resmi Instagram Kemenkominfo, berikut ini empat etika di media sosial agar tidak terkena masalah:
1. Periksa ulang informasi
Beragam informasi dapat ditemukan di platform media sosial. Namun, pengguna harus memeriksa ulang informasi yang didapat sebelum membagikannya kembali ke orang lain sehingga mengurangi penyebaran hoaks.
2. Hindari ujaran negatif
Saat menggunakan media sosial, perhatikan kalimat yang tulis karena kata-kata kebencian atau negatif dapat menjadi bumerang.
Terlebih saat akan melamar pekerjaan karena itu akan memperburuk jejak digital.
3. Berpikir ulang sebelum posting
Postingan kerap mencerminkan perilaku pengguna. Oleh karena itu, pengguna harus berpikir ulang sebelum memposting sesuatu dan berhati-hati agar tidak membawa dampak buruk.
4. Jangan cantumkan instansi
Baik pengguna media sosial yang sudah bekerja atau masih duduk di bangku kuliah, disarankan mencantumkan tempat bekerja atau bersekolah karena semua yang pengguna lakukan di media sosial akan berimplikasi pada instansi tersebut.
Selain etika di atas, pengguna juga disarankan untuk tidak mengunggah informasi pribadi agar terhindar dari peretasan ataupun doxing.
Itulah empat etika di media sosial dari Kemenkominfo yang sebaiknya kita ikuti untuk menghindari tersandung masalah. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia