hitekno.com - Uni Eropa telah memberlakukan larangan menyeluruh untuk menyediakan layanan kripto kepada Rusia sebagai bagian dari sanksi putaran kedelapan yang disetujui.
Dilansir dari Russia Today, langkah baru itu meningkatkan pembatasan yang telah diberlakukan sejak April.
"Efeknya, larangan yang ada pada aset kripto telah diperketat dengan melarang semua dompet, akun, atau layanan penahanan aset kripto, terlepas dari jumlah dompet (sebelumnya hingga 10.000 euro diizinkan)," bunyi siaran pers yang diterbitkan di situs web Komisi Eropa.
Setelah Visa dan Mastercard meninggalkan pasar Rusia awal tahun ini dan beberapa bank terputus dari SWIFT, cryptocurrency, khususnya stablecoin USDT, menjadi salah satu cara paling populer bagi Rusia untuk memindahkan uang ke luar negeri.
Platform non-UE disinyalir bisa saja mengikuti langkah ini, menurut media tersebut. Setelah blok tersebut memperkenalkan batas 10.000 euro pada bulan April, Binance yang terdaftar di AS, salah satu bursa paling populer di kalangan rusia, mengadopsi ukuran yang sama.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih