hitekno.com - Pemuda generasi lawas mempunyai gaya unik yang tak kalah dengan anak muda di zaman modern. Foto jadul Jakarta di tahun 1990-an ini sukses bikin netizen salfok.
Akun fanspage Instagram @perfectlifeid membagikan foto mengenai suasana ibu kota Indonesia periode 1990-an. Terdapat beberapa foto yang membuat netizen bernostalgia.
Deretan foto lawas menampakkan beberapa tempat termasuk Jalan M.H Tamrin, Masjid Istiqlal, Jalan Kebon Kacang, hingga Jalan Teh Jakarta Barat.
"Potret nostalgia, suasana ibu kota, Jakarta tahun 1992," tulis @perfectlifeid pada caption-nya. Salah satu foto menampakkan sebuah jalan yang dipenuhi dengan angkutan bajaj.
Seorang supir bajaj yang terekam nampak memiliki beberapa stiker di bagian dalam kendaraannya. Rupanya supir bajaj tersebut menempelkan stiker bergambar artis cantik di dekat spion.
Ia mengenakan kemeja dengan kancing bagian atas terbuka. Celana baggy dan kemeja yang sedikit menampakkan bagian dada termasuk salah satu "outfit legendaris" pada tahun 90-an.
Itu merupakan gaya yang terinspirasi dari karakter utama di film Catatan Si Boy. Film itu meluncur pertama kali di tahun 1987 dan langsung menarik perhatian anak muda pada zamannya.
"Anak zaman old ternyata kece juga ya," kata @s**nr**at.
Baca Juga
"Celana baggy, kemeja motif dengan kancing atas dibuka. Mas Boy!!" komentar @rah**napr**anto.
"Supir bajaj zaman dulu suka nempelin foto artis di dalam bajaj-nya. Kelihatan itu kalau nggak salah mirip Eva Arnas," pendapat @nof**c*o.
"Asyik banget vibes-nya," tulis @nu**s_akm**iyah.
Itulah tadi foto jadul Jakarta di tahun 1992 yang bikin netizen salfok, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi