Jum'at, 03 Februari 2023
Cesar Uji Tawakal : Kamis, 24 November 2022 | 15:21 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia startup. Tahun 2022 kali ini banyak startup yang mengalami badai PHK.

Badai PHK masih menjadi topik yang menarik perhatian publik dan mendorong teori yang menyatakan bahwa seluruh dunia sedang diterpa oleh fenomena bubble burst.

Bubble burst sendiri adalah sebuah fenomena ketika pertumbuhan ekonomi atau nilai pasar naik dengan sangat cepat namun diikuti oleh penurunan yang singkat pula.

Bahkan hal ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. Bahkan Kurniasih sejak awal telah mencermati tren PHM dari perusahan-perusahaan rintisan.

Perusahaan rintisan yang mendapatkan tambahan modal dari pasar global masih berfokus pada promosi dan ekspansi, hal ini guna mendapatkan pasar dengan beban biaya operasional.

Berikut deretan perusahaan berbasis online yang kena badai PHK seperti HiTekno.com rangkum untuk kamu.

1. Shopee Indonesia

Shopee Indonesia diketahui melakukan PHK terhadap karyawannya pada Senin 19 September 2022. Kabarnya cukup banyak karyawan yang terdampak dari PHK kali ini. Shopee Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak dari kebijakan tersebut. Pesangon akan diberikan sesuai aturan perundang-undangan plus 1 bulan gaji.

2. Tokocrypto

Badai PHK ditemukan juga di Tokocrypto dengan mengurangi 20% dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang. Hal ini diumumkan oleh VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

3. Indosat Ooredoo Hutchinson

Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) diketahui melakukan PHK karyawan pada Jumat 23 September. Tidak diketahui berapa banyak karyawan terdampak, namun Indosat mengklaim hampir semua karyawan yang di-PHK menerima paket pesangon yang ditawarkan perusahaan.

Paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dimana tawaran tersebut lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

4. Binar Academy

Startup Binar Academy memberitahukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 20% karyawannya. Bagi karyawan yang terdampak, perusahaan berkomitmen akan membantu karyawan untuk konsultasi karir.

Tidak diketahui jelas berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi di masa depan.

5. Bananas Indonesia

Bananas mengumumkan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Dengan begitu, otomatis akan terjadi PHK karyawan. Namun, tidak menyebutkan secara gamblang mengenai PHK tersebut. Startup ini hanya mengatakan akan membantu para karyawan terbaiknya yang terdampak untuk bisa mendapatkan tempat baru dalam kondisi transisi seperti ini.

6. GrabKitchen

Grab diketahui akan menutup layanan GrabKitchen di Indonesia terhitung 19 Desember 2022. Secara otomatis menyebabkan terjadinya PHK karyawan. Karyawan terdampak diberikan dua pilihan, mau terkena PHK atau ditawarkan untuk bekerja di posisi dan juga divisi lain Grab Indonesia.

7. JD.ID

JD.ID pada Mei 2022 melakukan PHK terhadap sejumlah pekerjanya. Upaya tersebut untuk menjaga agar JD.ID tetap mampu bersaing dengan platform e-commerce lainnya.

8. Mamikos

Mamikos sebagai startup penyedia sewa hunian ini telah melakukan PHK terhadap sekitar 100 karyawan pada bulan Juli.

9. Mobile Premier League

Perusahaan Online Mobile Premier League atau MPL (Gaming) mengumumkan hengkang dari pasar Indonesia pada Mei 2022. Sejak 30 Mei 2022, MPL Indonesia sudah tidak beroperasi.

10. Lummo

Lummo dikabarkan melakukan PHK terhadap 100 karyawannya di Indonesia pada Juni 2022. Bersama dengan itu, Lummo menghentikan ekspansi dari layanan LummoShop. PHK tersebut sebagai imbas dari situasi ekonomi global dan sulitnya akses pendanaan.

11. TaniHub

TaniHub melakukan penutupan dua gudang di Bandung dan Bali. TaniHub juga menutup layanan B2C dan fokus di B2B. Langkah ini mengakibatkan sejumlah karyawan terkena PHK pada Maret 2022.

12. LinkAja

LinkAja atau PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) melakukan PHK terhadap kurang lebih 200 karyawan pada Mei 2022.

13. Pahamify

Pahamify mengumumkan PHK terhadap sejumlah karyawan guna optimalisasi bisnis pada Juni 2022.

14. Zenius

Startup (edutech) Zenius mengumumkan PHK terhadap 800 karyawan dari Mei hingga Agustus 2022.

15. SiCepat

SiCepat dikabarkan telah melakukan PHK terhadap 360 karyawannya. Pihak SiCepat mengungkapkan bahwa langkah ini ditempuh sebagai evaluasi kompetensi karyawan.

16. The Goods Dept

Dikabarkan The Goods Dept yang meminta karyawannya mengundurkan diri. Hal itu terjadi karena perusahaan menemukan pelanggaran yang berulang.

17. GoTo

Belum lama ini, GoTo memutuskan untuk merampingkan 1.300 karyawan. Karyawan yang terdampak dari kebijakan ini akan mendapat paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi.

18. Ruangguru

Sama seperti GoTo, Ruangguru juga melakukan PHK terhadap ratusan pegawainya. Hal ini Informasi itu diumumkan oleh Tim Corporate Communication Ruangguru.

Kontributor: Pasha Aiga Wilkins

BACA SELANJUTNYA

Ternyata Ada Startup yang Tega PHK Massal Karyawan Tanpa Pesangon