Hitekno.com - FBI, badan federal utama untuk menyelidiki kejahatan dunia maya di AS, sendiri telah diretas. Biro tersebut mengkonfirmasi pada hari Jumat (17/2/2023) bahwa mereka sedang menyelidiki pelanggaran "terisolasi" dari jaringan komputernya.
Dilansir dari RT.com, peretas menyusupi sistem komputer di kantor lapangan agensi di New York. Sistem ini telah digunakan dalam penyelidikan eksploitasi seksual anak di bawah umur.
"FBI mengetahui insiden itu dan sedang bekerja untuk mendapatkan informasi tambahan," kata agensi itu dalam sebuah pernyataan kepada beberapa media.
"Ini adalah insiden terisolasi yang telah dibendung. Karena ini adalah penyelidikan yang sedang berlangsung, FBI tidak memiliki komentar lebih lanjut untuk diberikan saat ini."
Tidak jelas kapan peretasan itu terjadi, bagaimana sistem itu dilanggar atau apa yang ingin dicapai oleh para pelaku. FBI dilaporkan masih berusaha menentukan asal usul intrusi tersebut.
Terry Cutler, CEO perusahaan keamanan siber yang berbasis di Montreal, Cyology Labs, mengatakan peretas dalam insiden terbaru mungkin telah melanggar sistem FBI untuk menjual akses ke sana.
Lembaga pemerintah AS, termasuk FBI, sering menjadi sasaran pelanggaran sistem. Misalnya, pada November 2021, kerentanan dalam sistem email FBI dieksploitasi untuk mengirimkan peringatan serangan siber palsu dari alamat FBI ke ribuan penerima. Agensi menanggapi dengan mengatakan telah memperbaiki kelemahan perangkat lunak yang memungkinkan hoaks tersebut.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026