Sabtu, 13 April 2024
Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 03 April 2023 | 17:26 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Pemerintah Italia resmi melarang ChatGPT untuk beroperasi di negara mereka. Italia adalah negara Barat pertama yang memblokir chatbot berbasis AI tersebut.

Sebagai informasi, OpenAI memperoleh gelontoran dana besar dari Microsoft.

Mereka berhasil mengembangkan chatbot berbasis kecerdasan buatan dan diminati oleh sejumlah besar pengguna. ChatGPT hanya mempunyai lebih dari 1 juta pengguna pada akhir tahun 2022.

Meski begitu, jumlah pengguna ChatGPT melesat mencapai lebih dari 100 juta pengguna pada awal kuartal pertama 2023.

Menurut otoritas pelindungan data pemerintah Italia, OpenAI secara tidak sah mengumpulkan data pribadi dari pengguna dan gagal menerapkan langkah-langkah verifikasi usia yang memadai untuk mencegah anak di bawah umur terpapar materi terlarang.

Bing dengan ChatGPT. (Windows Central/Owen Yin)

Larangan tersebut dirilis setelah pelanggaran data dilaporkan pada 20 Maret lalu dan telah diakui oleh CEO OpenAI Sam Altman.

“Kami tentu saja tunduk terhadap pemerintah Italia dan telah berhenti menawarkan ChatGPT di Italia (walaupun menurut kami, kami telah mengikuti semua undang-undang privasi),” tulis Sam Altman dalam akun resmi Twitternya, Sabtu (1/4).

Dikutip dari Gadgetdiva.id (jaringan Suara.com), larangan ini telah memaksa OpenAI untuk memberi informasi tambahan dan kemungkinan perbaikan. Sebelum akhirnya, pemerintah Italia membuat keputusan akhir terkait masa depan teknologi chatbot AI di negara tersebut.

Larangan di Italia turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna ChatGPT dan komunitas teknologi yang lebih luas. Sebab, teknologi AI kian berkembang dan semakin terintegrasi dengan kehidupan kita sehari-hari.

Kemungkinan lainnya ialah akan lebih banyak negara lagi yang menerapkan peraturan serupa dan lebih ketat. Guna memastikan perlindungan data dan privasi pengguna.

Tanggapan OpenAI terkait larangan tersebut menyoroti perlunya regulasi AI yang telah menjadi topik diskusi di antara para pakar teknologi selama beberapa waktu.

Baru-baru ini dalam sebuah wawancara podcast bersama Lex Friedman, Sam Altman menyatakan terkait kemungkinan AI dapat menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Termasuk layanan pelanggan.

Dia khawatir dengan cepatnya perubahan yang disebabkan oleh teknologi besutannya tersebut. Namun juga menyatakan bahwa kreativitas manusia tidak terbatas dan pada akhirnya kita akan menemukan pekerjaan baru untuk dilakukan.

Larangan ChatGPT di Italia berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya melindungi data dan privasi pengguna di era AI. Pun, teknologi ini akan terus berkembang.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan perusahaan teknologi untuk mengembangkan praktik etis dan bertanggung jawab yang memastikan penggunaan teknologi AI yang aman dan terjamin.

ChatGPT sendiri merupakan chatbot bertenaga AI yang dikembangkan oleh OpenAI. Teknologi tersebut menjadi semakin populer di seluruh dunia sejak diluncurkan pada November 2022.

Berkat adanya teknologi ini, banyak pekerjaan manusia yang terbantu olehnya. Mulai dari menulis esai, memberi ide konten video bahkan menulis puisi.

BACA SELANJUTNYA

Qualcomm Bahas Hybrid AI, Dapat Menghasilkan Karya Digital dan Banyak Manfaat