Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Hitekno.com - Kejahatan siber semakin berkembang dari tahun ke tahun. Penelitian Kaspersky mengungkap bahwa terdapat ratusan ribu phising yang terkait dengan keuangan.
Angka totalnya adalah 356.786 phishing. Dari jumlah tersebut, 166.857 insiden menargetkan sistem pembayaran selama paruh pertama 2022.
Lebih dari 150 ribu ancaman ke sistem termasuk angka yang sangat besar. Kaspersky menilai bahwa phising seperti "flu" karena akan terus berkembang.
Menurut Kaspersky, Scammer akan mengabulkan permintaan tempat menarik untuk dikunjungi, tempat menginap murah, dan tiket dengan harga menarik hingga promo diskon dari layanan bank selama mudik Lebaran.
Baca Juga
Terinfeksi malware, menjadi korban penipuan online, atau ancaman dunia maya lainnya sudah cukup merugikan, tetapi bakal semakin memburuk ketika memasuki musim liburan.
Ancaman siber paling umum namun efektif yang sering terjadi adalah phishing, yang sebenarnya dapat dicegah dengan kesadaran pengguna.
Jika penjahat dunia maya berhasil membuat tiruan dari situs web nyata yang terlihat sangat mengesankan dan dilengkapi penawaran menggiurkan, banyak orang melupakan langkah sederhana ini dan tidak melihat URL secara seksama atas web yang dibuka.
Selama paruh pertama tahun lalu, sebanyak 20.603 deteksi upaya phishing di dalam negeri adalah terkait dengan perbankan online.
Data ini berasal dari data anonim berdasarkan pemicu komponen deterministik dalam sistem Anti-Phishing Kaspersky di komputer pengguna.
Komponen mendeteksi semua halaman dengan konten phishing yang telah dicoba dibuka oleh pengguna dengan mengikuti tautan dalam pesan email atau di web, selama tautan ke halaman ini ada di basis data Kaspersky.
Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, melihat kita bisa bayangkan mendapati iklan tentang promo besar-besaran di maskapai penerbangan premium, hotel, dan segala jenis penawaran menarik yang berhubungan dengan liburan.
âPhishing itu seperti flu â terus berkembang dan mengupgrade pendekatan serangannya. Hanya ada satu hal utama yang perlu kita ketahui, yakni jika topik tersebut menjadi tren, kemungkinan besar itu akan dimanfaatkan oleh scammers," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (20/4/2023).
Dia menambahkan, cara terbaik untuk mengetahui topik mana yang sedang tren adalah dengan membaca dan menonton berita.
"Ketika berbicara phishing dan penipuan online, pengetahuan adalah tameng utama. Kita harus selalu mengetahui cara untuk menghindarinya dan yang paling penting, menggunakan solusi keamanan â jika kita secara tidak sengaja menjadi targetnya,â tegas Connell. (Suara.com/ Dythia Novianty)
Terkini
- Capai 100 Juta Pengguna, Zoho Perkuat Memperkuat Pertumbuhan Bisnis Kawasan Asia Pasifik
- Registrasi Local Media Summit 2023 Telah Dibuka, Pertemuan Tahunan Media Lokal se-Indonesia
- Sinergi Exabytes Indonesia dan EasyStore Targetkan 5.000 UMKM
- Grab Indonesia dan OVO Donasikan Rp 1,5 Miliar untuk Berbagai Komunitas
- Fitur utama Batoto, Aplikasi Baca Komik Seru
- Layanan Hemat, Upaya Gojek Perluas Pasar sekaligus Dorong Peluang Pendapatan Mitra
- Apa yang Ditawarkan JKIND di GIIAS 2023?
- Telco X: "X" terbaru yang dibawa Elon Musk ke Indonesia?
- Bagaimana Staffinc Suite Bantu Ariston Optimalkan Promosi Penjualan
- Kolaborasi Zoho dan ITS, Berdayakan Mahasiswa dan UKM dengan Teknologi Low-Code
Berita Terkait
-
Gadis Kembar Jadi Pelaku Penipuan Pre Order iPhone, Begini Kronologi Lengkapnya!
-
Malware Anyar Targetkan Perangkat iOS, Bisa Memata-matai Pengguna
-
Apa Itu Serangan Volt Typhoon, Bagaimana Menghindarinya?
-
Link Phising Marak Beredar, Waspada Jika Terjadi Gejala Ini di HP Anda
-
Netizen Ramai Berburu Video Syur Mirip Rebecca Klopper, Waspadai Link Phising
-
Manfaatkan Akun Twitter, Penipuan Jastip Tiket Konser Coldplay Raup Cuan Ratusan Juta
-
Deepfake Marak di Darknet, Penjahat Siber Punya Dua Motif Ini
-
Waduh, Kelompok Ransomware Lockbit Ancam Sebarkan Data Jutaan Nasabah BSI
-
Pakar Kaspersky Uji Kemampuan Chatbot AI untuk Deteksi Phising, Begini Hasilnya
-
Muncul Scam Baru Pakai Nama Gmail, Bagaimana Cara Antisipasinya?