Senin, 27 Mei 2024
Rezza Dwi Rachmanta : Sabtu, 22 April 2023 | 17:47 WIB

Hitekno.com - Pepe The Frog awalnya merupakan karakter candaan dan berhasil menjadi bintang meme populer. Memecoin PEPE yang terinspirasi dari Pepe The Frog berhasil meningkat terkait kapitalisasi pasarnya.

Tak sedikit dari para holder yang langsung meraih cuan besar dari fenomena memecoin ini.

Bitcoin News melaporkan, token meme yang baru hadir hari Selasa kemarin (18/4/2023) telah melesat 400 persen dari titik terendah sepanjang masanya.

Dua hari kemudian, nilai pasar token meme tersebut melesat ke US$165 juta, meningkatkan nilai token dari para holder-nya yang berjumlah 29.756 orang.

Pada saat penulisan, memecoin ini telah mencatat 122.368 transaksi, di mana dari 29.756 holder, sepuluh dompet teratas menguasai 17,25 persen dari seluruh pasokan.

Meme Pepe The Frog. (YouTube)

Menurut statistik daftar kaya PEPE, 100 pemegang PEPE teratas memiliki 44,51 persen dari seluruh pasokan token. Itu hampir setengah total seluruh pasokan.

Kenaikan hebat ini membawa PEPE berada di peringkat memecoin terbesar ke-6 dari nilai pasar, dan berada di peringkat kripto terbesar ke-2.605 di CoinMarketCap (CMC).

Yang menarik, dalam laman Pepe The Frog di CMC, ada peringatan yang berbunyi, “Menurut Gopluslabs, pemilik kontrak dapat memiliki wewenang untuk mengubah pajak transaksi dan berisi fungsi daftar hitam. Harap berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun dan DYOR.”

Tak hanya itu, CMC juga membagikan laman Gopluslabs yang menganalisis kontrak dari token meme tersebut.

“Menurut Gopluslabs, kontrak pintar dari aset berikut (PEPE dan CAI) dapat dimodifikasi oleh pembuat kontrak, misalnya seperti nonaktifkan penjualan, ubah biaya, mint token baru, atau token transfer. Harap berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun dan DYOR,” ungkap CMC.

Sedangkan, tokenomik token PEPE menuliskan bahwa 93,1 persen token dikirim ke pool likuiditas, token LP dibakar dan kontrak dibatalkan.

Sisa 6,9 persen dari pasokan akan disimpan dalam dompet tim multi-sig yang hanya digunakan sebagai token untuk daftar bursa terpusat (CEX), bridge dan pool likuiditas di masa mendatang.

Tentunya, token PEPE yang baru ini hampir terlihat seperti beberapa token PEPE di masa lalu, meski dibantah oleh Penciptanya bahwa mereka berbeda dan tidak saling berhubungan.

Menjadi Milyarder?

Dikutip dari Blockchainmedia.id (jaringan Suara.com), Decrypt melaporkan bahwa, ada salah satu investor token PEPE yang mengubah investasinya senilai US$250 menjadi US$1,02 juta. Ia memegang sekitar 5,9 triliun token.

Jika dirupiahkan, US$1,02 juta dengan kurs Rp14.961 per dolar AS, maka investor ini di atas kertas telah memiliki token PEPE senilai Rp15,26 milyar.

Tetapi, investor ini perlu cemas karena kemungkinan besar, ia akan kesulitan untuk mencairkannya karena masalah likuiditas.

“Dengan 5,9 triliun token PEPE dalam portofolio mereka, dibutuhkan 46.200 tahun untuk melikuidasi aset ini, dengan asumsi permintaan tidak menurun,” ujar Analis Pasar di Conotoxia Ltd., Grzegorz Drozdz.

Aksi jual besar dan terburu-buru juga dinilai Dorzdz akan memicu kejatuhan harga aset, bahkan hingga lebih rendah dari harga saat investor membelinya.

Jika diamati, ini hampir sama seperti kasus sebelumnya di mana Gurgavin Chandhoke membuat memecoin yang disebut Pump Coin, yang meroket menjadi kapitalisasi pasar US$4,8 milyar dan dia memegang 99 persen pasokannya.

Alhasil, karena kurangnya permintaan pasar, Chandhoke tidak bisa menjualnya dan itu menjadi sebuah angka kekayaan yang sia-sia. Masalah likuiditas adalah apa yang kini dihadapi para investor token PEPE.

 

BACA SELANJUTNYA

Penggemar Peringati Hari Bitcoin Pizza, Terjadi Transaksi BTC Langka