Hitekno.com - Sejumlah murid SMA sebelumnya viral di media sosial karena mengunggah konten video yang memperlihatkan mereka mengolah ulang menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu video yang viral tersebut diunggah oleh murid Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 9 Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam video yang beredar, para siswa tersebut memasak kembali menu MBG yang diterima dengan menambahkan bumbu.
Namun belakangan, para murid SMA itu menghapus konten tersebut dan mengunggah video klarifikasi yang berisi permintaan maaf. Video itu sendiri diunggah di akun TikTok @catalyststhree pada 1 Oktober 2025 dan menuai atensi dari admin Partai Gerindra.
Dalam video singkat tersebut, tampak murid lelaki berbaris di depan kelas dengan salah satunya membacakan klarifikasi yang telah ditulis di selembar kertas. Para murid SMA tersebut meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi karena konten video mereka yang viral di media sosial.
Para siswa menjelaskan bahwa konten pengolahan ulang makanan MBG tersebut terjadi secara spontan setelah mereka mengikuti mata pelajaran PKWU atau Prakarya dan Kewirausahaan.
"Kami kelas 12-C3 SMA Negeri 9 Tasikmalaya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi terkait video kreativitas kami yang mengolah ulang menu MBG tanpa berpikir panjang dan spontanitas saja setelah praktek olahan makanan PKWU," ucap salah satu murid SMA tersebut.
Mereka menambahkan bahwa pengolahan ulang tersebut juga dilakukan pada jam istirahat pada hari Jum'at. Para murid SMA tersebut meminta maaf kepada yayasan dan pihak sekolah atas konten yang dibuat.
"Itu dilakukan pada waktu istirahat di hari Jum'at yang waktunya agak panjang dan kami juga dihukum karena telat melaksanakan shalat Jum'at. Kami memohon maaf kepada penyedia MBG di SMA Negeri 9 Tasikmalaya yakni Yayasan Ganda Saputra. Menu MBG yang disajikan sudah sangat bagus dan bervariatif. Kami juga memohon maaf kepada pihak sekolah atas ketidaknyamanan dari peristiwa ini. Demikian permohonan maaf dari kami," tambahnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026