Lintang Siltya Utami
Strategi YES 2025 Hadapi Lonjakan Pengangguran Muda Lewat Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi

hitekno.com - Indonesia kini berada pada titik krusial dalam memanfaatkan bonus demografi, terutama ketika tantangan seperti ketimpangan pendapatan, deindustrialisasi dini, dan besarnya sektor informal masih membayangi. Dalam konteks ini, diskusi di Youth Economics Summit atau YES 2025 menyoroti urgensi penanganan pengangguran muda serta potensi ekonomi hijau sebagai salah satu jalan keluar strategis.

Dari total penduduk, sekitar 70 persen berada di usia produktif, dengan lebih dari 144 juta di antaranya merupakan Milenial dan Gen Z yang sebagian besar telah menyelesaikan pendidikan menengah.

Namun, tingginya angka pengangguran muda yang mencapai sekitar 14 persen, dua kali lipat dari tingkat di Thailand dan Vietnam, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan jumlah angkatan kerja belum sepenuhnya sejalan dengan kesempatan kerja yang tersedia.

“Ada peluang di sektor ekonomi hijau, digital, dan hilirisasi yang membuka lapangan kerja baru,” kata Strategic Research Manager CORE Indonesia, Yusuf R. Manilet, saat memaparkan proyeksi ekonomi 2026 dalam YES 2025 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menyebut sektor hijau berpotensi menyumbang Rp 500–600 triliun pada 2030 dan membuka sekitar 1,7 juta green jobs. Ekonomi digital juga memunculkan jenis pekerjaan baru seperti host live-streaming, layanan daring, hingga posisi pendukung di startup.

“Dengan penetrasi internet 80 persen, ekonomi digital dapat menjadi instrumen penting untuk menekan pengangguran,” tambah Yusuf.