Minggu, 25 September 2022
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Rabu, 23 Mei 2018 | 12:12 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Saat menghabiskan waktu di pantai, kamu pasti pernah bertanya-tanya, kenapa air laut asin?

Rasa air laut yang tawar, ternyata berbeda dengan rasa air sungai atau air hujan yang cenderung tawar.

Pertanyaan sederhana yang kamu atau beberapa orang lainnya pasti tidak menyadarinya.

Air laut berasal dari air hujan yang turun dan mengalir melalui sungai-sungai hingga kemudian bermuara di laut.

Proses ini kemudian akan mengalami penguapan dan menjadi awan untuk turun kembali menjadi hujan.

Kandungan garam ini didapat dari batu-batuan dan kerak bumi yang dilalui sepanjang air mengalir.

Ketika sampai di laut, garam-garam mineral tersebut tetap tertinggal, sedangkan H20 menguap menjadi awan yang nantinya menghasilkan hujan itu.

Garam-garam mineral yang tertinggal inilah yang membuat air laut menjadi asin.

Ventilasi hidrothermal adalah sebuah tempat di dasar laut yang panas dan menyebabkan air melarutkan lebih banyak mineral.

Selain itu, volkanisme yang terjadi di bawah air dengan sistem yang sama, dan panasnya menyebabkan air melarutkan lebih banyak mineral.

Tingkat keasinan air laut pada setiap bagian dunia ternyata berbeda-beda lho, hal ini dipengaruhi oleh keadaan suhu.

Karena suhu yang panas, penguapan yang dilakukan menjadi lebih besar sehingga tingkat keasinan air laut akan semakin tinggi

Kadar garam di Laut Mati 30% lebih tinggi jika dibandingkan dengan air laut pada umumnya.

Hal ini mengakibatkan air di Laut Mati terasa 9 kali lebih asin jika dibandingkan dengan air laut biasa.

Sekarang, sudah paham kan kenapa air laut asin?

Sederhana tapi sangat berguna untuk kamu yang masih bertanya-tanya mengenai hal ini.

Hitekno.com/Amelia Prisilia

BACA SELANJUTNYA

Penyelam Temukan Pedang Tentara Salib, Diketahui Berusia 900 Tahun