Agung Pratnyawan
Sedih, Super Blood Moon 2019 Tak Mampir ke Indonesia

hitekno.com - Di 2019 bakal terjadi lagi fenomena alam Super Blood Moon. Sayangnya, Super Blood Moon 2019 tidak terlihat dari Indonesia. Kita tak bisa mengamati peristiwa langit ini secara langsung.

Dilansir dari dibagikan Eclipse Wise, Gerhana Bulan Total hanya akan terlihat di sebagian besar wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, serta wilayah barat dan utara Eropa.

Sementara itu, sebagian wilayah Eropa lainnya maupun Afrika dan secuil wilayah Asia dapat melihat fase akhir dari peristiwa Gerhana Bulan Total tersebut.

Di Indonesia sendiri, Bulan telah terbenam saat gerhana tersebut berlangsung dan Matahari juga telah terbit di wilayah Indonesia saat puncak Super Blood Moon terjadi. Oleh karena itu, Indonesia tidak dapat menyaksikan peristiwa tersebut.

Nantinya, Bulan akan mulai memasuki bayangan Bumi tepat pada pukul 09:30 WIB dengan gerhana maksimum yang berlangsung pada pukul 12:15 WIB.

Pada dasarnya, Super Blood Moon adalah peristiwa Gerhana Bulan Total, di mana posisi Bumi, Matahari, dan Bulan berada dalam syzygy, istilah dari bahasa Yunani yang berarti kesejajaran.

Saat peristiwa ini terjadi, Bumi akan berada di antara Matahari dan Bulan. Kondisi ini membuat cahaya Matahari yang seharusnya diterima Bulan akan terhalang Bumi.

Warna merah pada Bulan berasal dari cahaya Matahari yang akan melewati atmosfer Bumi, sehingga terbiaskan saat mencapai permukaan Bulan.

Tingkat warna merahnya akan bergantung pada debu yang berada di atmosfer Bumi saat puncak gerhana terjadi.

Tak hanya itu, Bulan akan terlihat tampak sangat besar dari pandangan Bumi. Hal ini dikarenakan Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi atau dalam astronomi disebut dengan Perigee.

Tulisan ini sudah dimuat di Suara.com dengan judul Sayang, Super Blood Moon 2019 Tidak Mampir ke Indonesia.