hitekno.com - Manusia pada dasarnya harus melakukan interaksi dengan sesamanya. Satu hal yang sering kamu alami saat berkenalan dengan orang baru adalah lupa nama orang tersebut. Jika kamu penasaran mengapa hal tersebut terjadi, ini penjelasan ilmiah kenapa sering lupa nama orang.
Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Direktur Program Memori dan Plastisitas di University of California, Charan Ranganath mencoba memberikan penjelasannya.
Menurut Charan Ranganath, alasan sederhana mengapa seseorang gampang lupa nama orang yang ia temui adalah karena kamu tidak begitu tertarik dengan orang tersebut.
Jahat juga ya penjelasan dari Charan ini. Namun, hal tersebut bisa saja terjadi saat kamu memang tidak tertarik dengan orang tersebut, dan berpikir tidak akan bertemu dengannya di kemudian hari.
Hal ini bisa saja terjadi karena nama orang yang kamu temui itu begitu pasaran dan kamu mengenal banyak orang dengan nama yang sama. Otakmu lalu mulai kesusahan untuk memilah-milah wajah orang dengan nama yang sama tersebut.
Kalau sudah begini, nama seseorang yang langka dan sulit disebut malah mudah untuk diingat. Sehingga nama lainnya yang umum atau tidak umum tersebut perlu bekerja keras untuk bisa masuk ke otak kamu dan tersimpan dalam memori.
Misalnya saat kamu bertemu seseorang bernama Agung saat makan mie ayam, kamu perlu menandai mie ayam untuk mengingat Agung. Jadi memori otakmu akan menyimpan nama Agung Si Mie Ayam.
Hal ini bisa menjadi tahap awal untuk kamu bisa mengingat nama orang. Atau, kamu bisa saja perlu memaksa otakmu untuk mengingat lebih keras nama orang tersebut.
Gimana, penjelasan ilmiah ini cukup membantu untuk kamu yang mengalami gampang lupa nama orang ya?
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?