Sabtu, 20 April 2024
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 26 Juni 2019 | 20:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Ilmuwan tak menyangka berhasil melihat badai berukuran super masif seperti yang ada pada film fiksi ilmiah. Badai yang dikategorikan sebagai Supercell telah menelan setidaknya 8 nyawa di Nebraska, Amerika Serikat.

Tak hanya melihat, ilmuwan berhasil mengabadikan gambar badai super masif tersebut.

Ilmuwan yang berhasil merekam dan menemukan badai super masif ini bernama Mike Coniglio, seorang meteorolog yang bekerja di lembaga penelitian National Severe Storms Laboratory.

Lembaga tersebut merupakan kepanjangan laboratorium penelitian yang didanai sepenuhnya oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Tahun 2019 adalah tahun di mana badai bergejolak di beberapa wilayah Amerika Serikat.

Ilmuwan memanfaatkan momen itu sebagai waktu yang tepat untuk berburu badai sehingga dapat lebih memahami bagaimana tornado terbentuk.

Badai Supercell yang berukuran masif melanda Nebraska, Amerika Serikat. (National Severe Storms Laboratory/ Mike Coniglio)

Badai super masif yang berhasil direkam dikenal sebagai "mother ship" atau "kapal induk", salah satu contoh Supercell yang menghasilkan tornado paling kuat.

Supercell adalah badai petir yang ditandai dengan adanya mesocyclone, aliran angit kuat dari dalam yang berputar terus menerus.

Karena alasan tersebut, Supercell kadang-kadang disebut badai petir yang berputar.

Gambar yang berhasil diambil oleh peneliti terjadi di wilayah Imperial, Nebraska pada 27 Mei 2019.

Penelitian melibatkan lebih dari 50 ilmuwan dan mahasiswa yang terdiri dari empat universitas di AS.

Awan rendah yang biasanya membentuk badai Supercell. (Wikipedia/ NOAA)

Proyek perburuan badai berawal dari pertengahan Mei dan berakhir pada pertengahan Juni 2019.

Coniglio sudah puluhan tahun meneliti badai dan merasa badai yang dilihatnya saat ini merupakan salah satu yang terbesar di kelasnya.

"Itu adalah badai yang sangat impresif, bahkan bagi seseorang yang telah melihat banyak badai. Kami biasanya melihat itu di daerah High Plains, namun badai di daerah ini merupakan contoh badai yang sangat besar," komentar Coniglio dikutip dari Omaha World Herald.

Badai bahkan bisa menyedot instrumen laser milik tim ke dalam badai dengan kecepatan 104 kilometer per jam pada sekitar 1066 meter di atas tanah.

Supercell bisa menjatuhkan hujan es seukuran bola bisbol dan tornado.

Struktur dari badai Suoercell. (Wikipedia/ Kelvinsong)

Storm Prediction Center menjelaskan bahwa sudah ada 440 laporan saksi mata tentang tornado di AS selama dua minggu terakhir bulan Mei 2019.

Secara resmi, badai yang menghasilkan tornado telah menelan 7 nyawa selama rentang waktu tersebut.

Salah satu korban yang baru saja dilaporkan meninggal adalah seorang wanita berusia 74 tahun.

Sensor yang digunakan oleh peneliti untuk merekam perilaku badai super masif akan sangat berguna untuk penelitian dan penanggulangan di masa depan.

BACA SELANJUTNYA

Virus dari Permafrost Siberia Masih Bisa Hidup Lagi dan Berbahaya bagi Manusia