Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Ilmuwan Menemukan Badai Super Masif, Kekuatannya Telan 7 Nyawa

hitekno.com - Ilmuwan tak menyangka berhasil melihat badai berukuran super masif seperti yang ada pada film fiksi ilmiah. Badai yang dikategorikan sebagai Supercell telah menelan setidaknya 8 nyawa di Nebraska, Amerika Serikat.

Tak hanya melihat, ilmuwan berhasil mengabadikan gambar badai super masif tersebut.

Ilmuwan yang berhasil merekam dan menemukan badai super masif ini bernama Mike Coniglio, seorang meteorolog yang bekerja di lembaga penelitian National Severe Storms Laboratory.

Lembaga tersebut merupakan kepanjangan laboratorium penelitian yang didanai sepenuhnya oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Tahun 2019 adalah tahun di mana badai bergejolak di beberapa wilayah Amerika Serikat.

Ilmuwan memanfaatkan momen itu sebagai waktu yang tepat untuk berburu badai sehingga dapat lebih memahami bagaimana tornado terbentuk.

Supercell adalah badai petir yang ditandai dengan adanya mesocyclone, aliran angit kuat dari dalam yang berputar terus menerus.

Karena alasan tersebut, Supercell kadang-kadang disebut badai petir yang berputar.

Gambar yang berhasil diambil oleh peneliti terjadi di wilayah Imperial, Nebraska pada 27 Mei 2019.

Penelitian melibatkan lebih dari 50 ilmuwan dan mahasiswa yang terdiri dari empat universitas di AS.

Coniglio sudah puluhan tahun meneliti badai dan merasa badai yang dilihatnya saat ini merupakan salah satu yang terbesar di kelasnya.

"Itu adalah badai yang sangat impresif, bahkan bagi seseorang yang telah melihat banyak badai. Kami biasanya melihat itu di daerah High Plains, namun badai di daerah ini merupakan contoh badai yang sangat besar," komentar Coniglio dikutip dari Omaha World Herald.

Badai bahkan bisa menyedot instrumen laser milik tim ke dalam badai dengan kecepatan 104 kilometer per jam pada sekitar 1066 meter di atas tanah.

Supercell bisa menjatuhkan hujan es seukuran bola bisbol dan tornado.

Secara resmi, badai yang menghasilkan tornado telah menelan 7 nyawa selama rentang waktu tersebut.

Salah satu korban yang baru saja dilaporkan meninggal adalah seorang wanita berusia 74 tahun.

Sensor yang digunakan oleh peneliti untuk merekam perilaku badai super masif akan sangat berguna untuk penelitian dan penanggulangan di masa depan.