hitekno.com - Awal Agustus 2019 lalu, para pelaut di Samudra Pasifik dikejutkan dengan kemunculan bebatuan aneh yang mengeluarkan bau belerang. Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa batu-batu tersebut merupakan hasil letusan gunung api bawah laut yang berada di daerah tersebut.
Batu-batu vulkanis ini membentuk daratan seluas lebih dari 150 kilometer persegi dan mengapung di permukaan Samudra Pasifik. Ukuran daratan ini sama dengan 20.000 lapangan sepak bola.
Saat diambil, batu apung ini berukuran sebesar kepala manusia. Setiap sisi batu apung tersebut berisi lubang dan kantong-kantong gas yang membuat batu-batuan ini dapat mengapung.
Dari potret satelit, diketahui bahwa batu apung yang membentuk daratan ini terombang-ambing mengikuti angin dan gelombang yang berada di Samudra Pasifik tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini bisa mengganggu nelayan dan warga sekitar yang aktif di kawasan laut.
Penelitian lalu dilakukan untuk menemukan penyebab kemunculan batu-batu vulkanis ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa batu-batu yang mengapung ini berasal dari gunung api bawah laut di daerah Tonga yang baru saja meletus pada 7 Agustus lalu.
Dilansir dari Gizmodo, para ilmuwan sangat tidak menyarankan bagi manusia untuk bersentuhan langsung dengan air di sekitar daratan yang tercipta akibat batu-batu vulkanis ini.
Namun, batu apung tersebut diduga sangat baik untuk makhluk laut karena dapat memperbarui ekosistem. Di sisi lain, ancaman datangnya spesies predator bisa saja terjadi.
Hingga artikel ini dibuat, tidak diketahui apa yang akan dilakukan para ilmuwan untuk menangani pembentukan daratan dari batu-batu vulkanik akibat letusan gunung api bawah laut ini.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?