Minggu, 29 Maret 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 09 Maret 2020 | 11:00 WIB

Hitekno.com - Supermoon akan kembali menghiasi lengit malam. Namun kali ini bukan sekadar Bulan Purnama baisa, melainkan fenomena langit yang cukup unik.

Dikutip dari Suara.com, Supermoon berikutnya tahun ini akan menampilkan langit yang cerah pada Senin malam.

Supermoon terjadi ketika Bulan Purnama berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya, yang disebut "perigee", menjadikannya lebih terang dan lebih besar dari Bulan Purnama biasa.

Sebagaimana dilansir laman Cnet, Senin (9/3/2020), Almanac Old Farmers mencatatkan dikutip NASA bahwa Bulan akan mencapai puncak kepenuhan pada pukul 10:48 pagi PT (waktu setempat) pada Senin (9/3/2020), dan kemudian akan berada di perigee pada Senin pukul 11:31 malam PT (waktu setempat).

Tetapi jika Anda tidak berencana untuk bangun pada jam itu, Anda punya slot waktu lain untuk dilihat. Bulan akan muncul penuh dari Minggu sampai Selasa malam (waktu setempat).

Ilustrasi Bulan purnama. (NASA)

Bulan Purnama diberikan nama panggilan sesuai dengan Bulan terjadinya. Begitu juga dengan fenomena langit Supermoon  kali ini.

Banyak julukan Bulan Purnama pada Maret ini, seperti yang digunakan dalam Almanac Old Farmers, termasuk Worm Moon yang terdengar bernuansa Halloweeny dilengkapi dengan gambaran Burung Gagaknya.

Almanac melaporkan bahwa nama panggilan Worm Moon datang dari fakta bahwa di banyak bagian AS, Maret adalah ketika tanah melunak dan cacing tanah mulai muncul kembali. Itu mendorong burung keluar untuk mengudapnya.

Bulan Purnama berikutnya juga akan menjadi Supermoon, dan akan terjadi pada 7 April. Supermoon terakhir terjadi sebulan lalu, selama akhir pekan 9 Februari lalu.

Itulah fenomena Supermoon malam ini, bukan sekadar Bulan Purnama biasa. Jangan sampai kelewatan fenomena langit ini. (Suara.com/ Dythia Novianty).