hitekno.com - Banyak yang mengetahui bahwa Bumi menyelesaikan rotasi 360 derajat dalam waktu 24 jam, namun waktu tepatnya adalah 23 jam 56 menit.
Bumi terus bergerak di sepanjang orbitnya mengelilingi Matahari, titik lain di Bumi menghadap Matahari tepat di ujung putaran 360 derajat itu.
Agar Matahari bisa mencapai posisi yang sama persis di langit, Bumi harus berputar 1 derajat lebih jauh.
Seperti itulah bagaimana cara para ilmuwan memilih mengukur hari di Bumi. Bukan berdasarkan rotasi Bumi yang tepat, tetapi posisi Matahari di langit.
Secara teknis, ini adalah dua jenis hari yang berbeda. Hari yang diukur dengan selesainya rotasi 360 derajat disebut hari sidereal. Sementara hari yang didasarkan pada posisi Matahari disebut hari Matahari (solar day). Hari ini empat menit lebih lama dari yang pertama, membuat manusia terbiasa dengan 24 jam.
O'Donoghue menambahkan, karena manusia menggunakan hari Matahari di kalender, maka akan terhitung 365 hari dalam setahun. Tapi Bumi sebenarnya menyelesaikan rotasi penuh (hari sidereal) 366 kali per tahun.
Ia menjelaskan perbedaan antara kedua jenis hari ini sebagai soal pemilihan objek latar belakang yang digunakan sebagai dasar perbandingan rotasi Bumi.
Rotasi penuh relatif terhadap posisi Matahari disebut sebagai hari Matahari. Sedangkan rotasi penuh relatif terhadap semua bintang lain yang dilihat adalah hari sidereal.
Menurut O'Donoghue, jika manusia menggunakan hari sidereal sebagai gantinya, maka Matahari akan terbit sekitar empat menit lebih awal setiap hari dan setelah enam bulan, Matahari akan terbit 12 jam lebih awal.
Para Ilmuwan telah memutuskan untuk menggunakan ritme harian Matahari, bukan bintang untuk menentukan 1 hari di Bumi. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?