Hitekno.com - Hari raya Idul Adha merupakan satu diantara dua hari raya yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Khusus di Indonesia, terdapat beberapa postingan viral ojol (ojek online) dibonceng kambing di media sosial.
Saat hari raya Idul Adha, biasanya warga muslim merayakannya dengan menyembelih sapi atau kambing. Namun di balik itu terdapat kisah unik, menarik dan patut disimak mengenai pengantaran hewan kurban ke pemiliknya.
Beberapa orang yang ingin praktis biasanya memesan ojek online untuk memesan barang. Namun seakan cuek bahwa ''barang'' yang dibawa adalah kambing, masih ada saja orang yang memesan kambing melalui ojek online.
Untuk memuaskan pelanggan dan mencari nafkah, ada juga driver online yang menerima pesanan kambing untuk diantarkan. Dengan media seadanya kambing tersebut diketahui diletakkan di belakang jok motor. Untuk memastikan keamanannya, bahkan ada kambing yang diberi helm.
Postingan yang disebar di media sosial memperlihatkan bahwa foto tersebut telah mendapatkan lebih dari 20 ribu like dan ribuan komentar. Berikut beberapa komentar dari atas viral ojol dibonceng kambing:
1. Mungkin kagum sekaligus bangga sama bapak yang satu ini.
2. Kambingnya minta dikerokin juga ga ya? (dikerokin pakai bumbu rempah)
3. Angkat topi buat bapak yang satu ini, kami juga respect buat bang ojol!
4. Untung bukan T-rex.
5. Kambingnya juga kasihan mbak.
Baca Juga:
Alat Canggih Milik Driver Ojol Ini Bisa Bikin Tony Stark Iri
6. Tapi jadi viral dan terkenal di internet kok.
Meskipun kocak, viral ojol dibonceng kambing juga banyak diapresiasi oleh netizen melalui ribuan komentar lainnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026