hitekno.com - Netizen memang ada-ada saja dalam mengekspresikan ide atau keinginan mereka di media sosial. Bule cantik yang cukup unik ini berhasil viral di Facebook karena memilih tak membunuh nyamuk.
Sebaliknya, ia rela leher dan wajahnya digigit oleh puluhan nyamuk. Tentu saja netizen negara berflower ini sangat emosi atau bahkan geli melihat bule cantik ini.
Salah satu netizen Indonesia juga membagikan bule cantik unik ini ke salah satu forum parodi Facebook, Cocoklogi Science.
Kevin Josua Ananda Siringoringo diketahui membagikannya di forum dan banyak netizen dari negara +62 yang ikut merasakan gatal setelah melihatnya.
Postingan asli ini sebenarnya adalah milik Tanaisia Fantastic, seorang bule cantik yang berasal dari Providence, Rhode Island, Amerika Serikat.
Tanaisia membagikan postingan ini dan mengaku memilih untuk tak membunuh nyamuk.
Unggahannya viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 72 ribu Like dan mendapatkan lebih dari 45 ribu komentar.
''Aku tidak membunuh nyamuk. Aku membiarkan mereka membunuhku,'' kata Tanaisia Fantastic dalam caption di unggahannya.
Sontak saja, banyak netizen yang terpukau, geli, penuh tanya terhadap bule cantik unik ini.
Pantas saja puluhan ribu komentar dari lintas negara memenuhi kolom komentar dari bule cantik yang rela mati digigit nyamuk.
Bagaimana tidak, Tanaisia rela menahan sakit dan membiarkan nyamuk mengerumuninya.
''Itu pasti nyamuk Malarindu tropikangen,'' tulis Ferri Febrianto.
''Seharusnya ada istilah vegan untuk orang-orang seperti itu sekarang. Haha,'' balas Sudhanshu Verma.
Itulah tadi bule cantik yang viral di Facebook karena rela mati digigit nyamuk, bagaimana dengan pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia